Serapan Anggaran BKKBN Sumbar Masih Rendah

Kegiatan Fasilitasi Singkronisasi Perencanaan DAK Sub Bidang KB tahun 2020 dan Evaluasi DAK Sub Bidang KB Tahun 2019, di hotel Rangkayo Basa, Rabu (30/10)
Kegiatan Fasilitasi Singkronisasi Perencanaan DAK Sub Bidang KB tahun 2020 dan Evaluasi DAK Sub Bidang KB Tahun 2019, di hotel Rangkayo Basa, Rabu (30/10) (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar Syahruddin mengatakan serapan anggaran DAK Fisik dan Non Fisik (BOKB) masih rendah hingga Oktober 2019.

"Untuk DAK Fisik, penyerapan anggaran sampai dengan triwulan III sebesar 43 persen dan untuk non fisik sebesar 40, 34 persen," katanya dalam kegiatan Fasilitasi Singkronisasi Perencanaan DAK Sub Bidang KB tahun 2020 dan Evaluasi DAK Sub Bidang KB Tahun 2019, di hotel Rangkayo Basa, Rabu, 30 Oktober 2019.

Dijelaskannya, lambannya serapan anggaran tersebut disebabkan pelaporan pada kegiatan di lapangan sedikit mengalami kesulitan. Karena adanya kesulitan tersebut, BKKBN Sumbar pun mendatangkan pihak BKKBN Pusat dari Biro Perencanaan dan Biro Keuangan guna menemukan secara bersama solusi untuk masalah realisasi dana 2019 tersebut.

Baca Juga

"Paling tidak kita berusaha untuk mengejar hingga 60-70 persen serapan anggaran dalam waktu dekat ini. Minimal 80 persen," katanya lagi.

Jika serapan anggaran pada 2019 rendah, tentunya hal itu akan membuat turunnya anggaran pada 2020 ke BKKBN Sumbar.

Selain itu, sebab rendahnya serapan anggaran dikarenakan standar biaya operasional dari petunjuk Pusat terkadang berbeda standar biaya operasional daerah yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

"Ada keraguan dari tim saat akan merealisasikan anggarannya di daerah karena Walikota/Bupati menetapkan standar biaya operasional yang rendah," katanya.

Masalah lainnya yakni kegiatan operasional untuk kader dan operasional Kampung KB itemnya terasa cukup kecil sehingga tidak terlalu menggunakan anggaran yang cukup besar.

"Melalui hasil pertemuan kita hari ini semoga ditemukan solusi agar bisa memaksimalkan anggaran yang tersisa untuk program KB dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Sementara itu, untuk anggaran 2020, BOKP mengalami peningkatan sekitar 13 persen namun untuk DAK Fisik terjadi penurunan sekitar 11 persen.(*)

Baca Juga

Penulis: Khadijah

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com