Ubah Daun Gambir Menjadi Olahan Teh, TPID Sutera Lakukan Hal Ini

ibu-ibu di Pessel tengah mengolah daun gambir untuk dijadikan teh
ibu-ibu di Pessel tengah mengolah daun gambir untuk dijadikan teh (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memberikan pelatihan pengolaan daun gambir menjadi teh seduh kepada nagari penghasil gambir di kecamatan setempat.

Pelatihan ini salah satunya dipusatkan di Kampung Koto Merapak, Nagari Koto Nan Tigo Selatan Surantih selama dua hari sejak tanggal 2 hingga 3 November 2019 lalu.

Ketua TPID Sutera, Nofrianto mengaku, kegiatan pelatihan tersebut adalah satu invonasi TPID Sutera dalam menggali, mengembangkan serta dapat memproduksi komoditi yang ada di nagari menjadi banyak manfaat.

Baca Juga

Sehingga katanya, dengan inovasi tersebut masyarakat tidak lagi terpaku pada satu model olahan saja, tetapi bisa berinovasi dengan banyak olahan dan menjadi nilai ekonomis.

"Teh gambir ini merupakan salah satu inovasi baru untuk nagari penghasil gambir. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, bisa membuat masyarakat lebih kreatif lagi dalam mengola hasil gambir," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, terkait pelatihan inovasi yang dilakukan, nagari yang mendapat pelatihan sangat mengapresiasi hal tersebut. Sebab, selain memdapat banyak ide, hal yang dihasilkan juga menjadi peluang ekonomi.

Ia berharap, kegiatan pelatihan tersebut tidak hanya sampai di sana, dan bisa menjadi sebuah invoasi bagi nagari setempat untuk menghasilkan ekonomi baru.

"Kita berharap pelatihan ini tidak berhenti hanya sampai di sini saja. Sehingga membuahkan hasil dan produk yang layak untuk dijual dipasaran dan berdampak ekonomi serta meningkat Indek Pembangunan Desa/Nagari," terangnya.

Lanjutnya, selama dua hari menggelar pelatihan tersebut, kegiatan ini selain dilakukan langsung TPID Sutera juga dihadiri Camat Diwakili Kasi Ekobang Novrizal Chan, Wali Nagari Koto Nan Tigo Selatan Surantih dan Perangkat, Bamus serta PD/PLD, Lembaga CEIGA sebagai pihak ketiga,
peserta latihan dan Bumnag setempat.

"Dan dalam waktu dekat TPID dan pemerintahan nagari juga akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun Rencana Kerja Tidak Lanjut (RKTL). Dengan tujuan bisa membuahkan hasil," tutupnya. (Kiki Julnasri)

Editor: Eko Fajri