Awal 2020 Marawa Datangkan Ribuan Wisatawan Cina ke Padang

"Rencananya, ribuan turis ini akan diterbangkan langsung Cina-Padang menggunakan pesawat Citilink pada pertengahan Januari 2020"
Pertemuan jajaran direksi Marawa Grup, Cocos Tour Indonesia dan Wawako Padang Hendri Septa di rumah dinas Wawako Padang, Selasa malam (5/11) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Perusahaan investasi Marawa menggandeng biro perjalanan Cocos Tour Indonesia dan Citilink untuk mendatangkan ribuan wisatawan asal Cina khusus dari daerah Kunming dan Nanning ke Kota Padang.

Rencananya, ribuan turis ini akan diterbangkan langsung Cina-Padang menggunakan pesawat Citilink pada pertengahan Januari 2020. Mereka diberangkatkan dengan beberapa kali penerbangan.

Hal itu disampaikan dua direksi PT Marawa, Bhenz Maharajo dan Yunando Duhelmon saat menggelar pertemuan dengan Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, Selasa malam (5/11) di rumah dinas Wakil Wali Kota Padang.

Pertemuan itu juga dihadiri beberapa Lentono perwakilan Cocos Tour Indonesia, beberapa orang pejabat dari Pemko Padang dan perwakilan biro perjalanan dari Cina.

Yunando menjelaskan, Cocos Tour Indonesia telah berhasil meningkatkan pendapatan Lombok dengan menggarap market Cina. Keberhasilan itu juga akan ditoreh di Sumbar nantinya.

"Itu alasan kami untuk bekerja sama dengan Cocos Tour Indonesia. Kemudian dibawah binaan Doni Oskaria, Marawa ingin memberikan kontribusi terhadap Sumatera Barat terutama dibidang pariwisata," ujarnya.

Dilanjutkannya, karakteristik wisatawan Cina yang hobi wisata bahari dan berbelanja menjadi peluang besar bagi daerah dalam menuntut perekonomian masyarakat. "Ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat, karena turis dari Cina ini suka berbelanja," bebernya.

Dijelaskan Bhenz, mulai diliriknya Sumbar oleh wisman Cina harus dibarengi dengan kinerja serius pemerintah daerah. Pemerintah sudah harus mulai menggunakan pendekatan ekosistem dan makro ekonomi pariwisata untuk setiap destinasi unggulan yang ingin dikedepankan.

"Pembenahan destinasi, mulai dengan melengkapi kebutuhan 3 A di kawasan destinasi, menyiapkan aksi intervensi, menentukan pengelola, menyesuaikan tipe pengembangan destinasi dengan nature of destination-nya, mutlak harus dilakukan," ujar ... Baca halaman selanjutnya