Kritik TdS Tidak Meriah, Indra Catri: EO-nya Harus Cerdas

Bupati Agam Indra Catri bersama Wagub Sumbar Nasrul Abit
Bupati Agam Indra Catri bersama Wagub Sumbar Nasrul Abit (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Bupati Agam , Dr. H. Indra Catri mengatakan, Tour de Singkarak (TdS) tanpa Agam bagaikan gulai tanpa garam. Karena Agam mampu memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan event balap sepeda internasional itu.

Agam memiliki pesona yang beragam, seperti kelok 44 menjadi icon daerah yang dapat memberikan kesan tersendiri bagi peserta TdS.

baca juga: Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi Via Malalak Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Namun dengan pelaksanaan kali ini, Indra Catri sedikit merasa kurang puas karena tidak meriahnya di lokasi finis. Sehingga ia meminta kepada pemerintah provinsi, TdS dievaluasi lebih mendalam supaya pelaksanaan tahun berikutnya menjadi lebih baik.

"Tidak acaranya saja yang dievaluasi, tapi juga EO nya yang seharusnya memberikan kegembiraan luar biasa kepada masyarakat. Ini memerlukan EO yang cerdas dan tau dengan kondisi masyarakat Sumbar," ujar Indra Catri .

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 kepada Pemkab Agam

Sungguhpun begitu, bupati dua periode ini tetap berkomitmen Agam bakal terus ikut serta sebagai pelaksana balap sepeda internasional tersebut. Karena ini merupakan wujud kebanggaan masyarakat Sumbar khususnya Agam .

"Ini salah satu event internasional yang bisa membanggakan kita semua, tapi apabila tidak serius dan tidak menimbulkan kegembiraan kita sangat kecewa. Sebab bagi kita di Agam tanpa TdS perdagangan menjadi terganggu," tegasnya.

baca juga: Ini Hasil Labor 50 Warga Agam yang Lakukan Tes Swab, 14 Lainnya Masih Menunggu

Menyikapi hal itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyebutkan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan TdS tahun ini. Sebelumnya, evaluasi dilakukan setiap tahun setelah TdS dilaksanakan.

Dengan begitu, pelaksanaan tahun berikutnya kegiatan ini betul-betul memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama segi perekonomian.

baca juga: Ini Kondisi Terkini Longsor di Tanjung Sani Agam

Nasrul Abit menyebutkan, TdS adalah harga diri masyarakat Sumbar di mata dunia dan dulu sangat sulit untuk mendapatkannya. Maka kepala daerah di Sumbar diminta untuk tetap mempertahankan TdS ini.

"Pelaksanaan TdS jangan hanya dilihat orang bersepedanya, tapi lihat efek yang ditimbulkan seperti hidupnya UMKM dan kuliner bermunculan. Bahkan banyak keuntungan lain yang ditimbulkan," jelasnya. (rel)

Penulis: Rezka Delpiera