Hewan Ternak Bisa Bahayakan Pembalap TdS, Satpol PP Pessel: Pemilik Bisa Diberi Sanksi

()

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pesisir Selatan mengaku tengah melakukan penyisiran lapangan dalam persiapan menyambut pebalap Tour de Singkarak (TdS) yang akan melewati daerah tersebut pada etape 8 dan 9 pada Sabtu dan Minggu mendatang.

Selain menyisir sepanjang lokasi yang akan dilewati para pebalap, pihak terkait juga membentuk dua tim untuk menertibkan hewan-hewan yang berkeliaran disekitar jalan raya.

baca juga: Satu Pasien COVID-19 Asal Pessel Dinyatakan Sembuh

"Tim pertama menyisir wilayah bagian Utara, dari Painan hingga Sungai Pisang Kecamatan Koto XI Tarusan, yang masuk dalam Etape IX TdS 2019. Tim kedua menuju wilayah Selatan, dari Painan hingga perbatasan Kerinci. Saat ini tim juga masih menyisir ke lapangan," ungkap Kepala Dinas Satpol PP-Damkar Pesisir Selatan, Dailipal saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF .

Dailipal menjelaskan, keberadaan hewan ternak di lintasan TdS sangat membahayakan pebalap. Ia meminta pemilik ternak untuk tidak melepaskan hewan ternak, baik itu saat TdS maupun usai TdS.

baca juga: Satgas BUMN Salurkan Bantuan Penanganan COVID di Pessel

"Jika ada ditemui kelalaian (hewan ternak yang membahayakan pebalap. Pemilik ternak bisa diberi sanksi karena membahayakan," terangnya.

Lanjutnya, kelalaian pemilik akan disikapi serius mengingat TdS merupakan even nasional. Pesertanya tidak hanya dari Indonesia melainkan dari berbagai negara di dunia. Jadi hal tersebut mesti harus jadi perhatian warga karena hal tersebut sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum daerah setempat.

baca juga: Jelang Lebaran, Ribuan Anak Yatim dan Piatu di Pessel Dapat Santunan dari Baznas

"Karena memang beternak itu, bukan dilepas. Tapi, diikat dan dikandangkan," tutupnya.

Sehubungan dengan itu, pantauan KLIKPOSITIF , Rabu 6 November 2019, hewan ternak berkeliaran adalah seperti sapi dan kambing. Yang sering dijumpai adalah sapi dan pemadangan ini diantaranya terlihat mulai dari Kecamatan Batangkapas, Kecamatan Sutera, bahkan juga ditemui di Kecamatan IV Jurai yang menjadi titik finis dan star.

baca juga: Audy Joinaldi Berikan 300 Takjil untuk Pengendara dan Warga di Pessel

Seperti di Batangkapas sendiri, sejumlah sapi banyak ditemui saat sedang mencari makan. Sapi-sapi mencari makan dengan bergerombolan mengganggu kelancaran jalan raya. Kondisi ini salah satunya, terlihat tak jauh dari jembatan lepas Pasar Kuok dari arah Painan dan di area persawahan yang disekitar jalan raya.

Sedangkan di Sutera, pemandangan yang sama juga terlihat, tepatnya di Nagari Koto Taratak, tampak sejumlah kelompok sapi lebih suka berdiam dirinya dengan gerombolannya. Berdiam dipinggir jalan, terlihat sapi-sapi tersebut tidak menghirau kendaraan yang lewat, bahkan saat menyusui anaknya-pun binatang ini tampak masih tenang.

Salah seorang pengendara, David (33) mengaku, tidak merasa heran dengan kondisi tersebut. Karena memang menurutnya, hampir setiap hari pemandangan itu ditemui saat melintas di jalan nasional tersebut.

"Tidak hari ini saja (Rabu 6 November), namun, hari lainnya juga begini. Karena masyarakat di Pessel memang sudah biasa melepas sapinya. Bahkan saat malam-pun juga sering terlihat berkeliaran di jalan raya," ungkap David salah seorang pengendara ditemui saat singgah di Sutera.

Kendati demikian, pengendara yang melintasi di jalanan tersebut khawatir sapi-sapi berkeliaran akan mengganggu atlet TdS . Terlebih tidak hanya sapi, kambing warga juga kerap melintasi jalan raya. Anjing-anjing liar biasanya lalu lalang di sepanjang jalanan di Pesisir Selatan. (Kiki Julnasri)

Penulis: Eko Fajri