Pertemuan NasDem dan PKS, Pengamat: Surya Paloh Ingin Jaga Eksistensi

"Pertemuan dengan Sohibul tidak lepas dari respon Paloh untuk tetap menjaga posisinya sebagai salah satu aktor politik penting dalam konstelasi politik nasional Indonesia. Tetap menjaga eksistensinya"
Ketua Umum NasDem Surya Paloh (Net)

PADANG, KLIKPOISITIF - Pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 30 Oktober lalu dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari dinamika politik pasca pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) pada April 2019. Dinamika ini ditandai dengan berubahnya relasi antar parpol yang kuat.

Pengamat Politik dari Universitas Andalas Padang, Edi Indrizal mengatakan pertemuan kedua ketua umum itu merupakan dinamika politik yang dipengaruhi oleh relasi antar partai politik (Parpol).

"Saya pandang ini sebagai bagian tidak terpisahkan dari dinamika politik pascapilpres dan pileg kemarin.
Dinamikanya antara lain ditandai dengan berubahnya relasi antar parpol yang kuat dipengaruhi relasi antar pimpinan Parpol," katanya saat dihubungi, Kamis, 7 November 2019.

Ia mengatakan bergabungnya Gerindra ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin dan makin rapatnya hubungan Mega-Prabowo serta PDI Perjuangan-Gerindra agaknya masih menyisakan kekecewaan pada Paloh. "Pertemuan dengan Sohibul tidak lepas dari respon Paloh untuk tetap menjaga posisinya sebagai salah satu aktor politik penting dalam konstelasi politik nasional Indonesia. Tetap menjaga eksistensinya," jelasnya.

Sebelumnya, Surya Paloh bertemu dengan Sohibul Iman di kantor DPP PKS Jakarta Selatan, keduanya sepakat memperkuat sistem check and balance atau fungsi pengawasan terhadap pemerintah di DPR. (*)