Alumni FT UNP Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Seminar Nasional di Auditorium UNP, Kamis, 7 November 2019
Seminar Nasional di Auditorium UNP, Kamis, 7 November 2019 (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Iklan Alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (Iluni FT UNP) menggelar seminar nasional vokasi SMK dengan tema "Revitalisasi Pendidikan Vokasi di Indonesia". Seminar nasional ini merupakan rangkaian kegiatan dari reuni akbar FT UNP yang diadakan sekali dua tahun.

Dalam seminar ini mendatangkan pembicara berlatar belakang alumni FT UNP yang sukses diberbagai bidangnya. Mereka itu diantaranya Direktur Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr M Bakrun, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Jakarta, Diding Wahyudin (Kepsek Berprestasi) dan pelaku usaha Nadirman.

BACA JUGA : Reuni Akbar Iluni FT UNP (7-10 November 2019) Ini Rangkaian Kegiatannya

Baca Juga

Pembahasan narasumber secara umum dalam seminar tersebut bagaimana Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mampu bersaing serta memiliki kemampuan yang lebih di era revolusi industri 4.0. Memiliki peluang kerja dan masuk dalam dunia usaha. Seperti yang dipaparkan Direktur Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr M Bakrun, SMK atau setingkat sekolah menengah harus beralih kepada digitalisasi.

"Jangan sampai kita ketinggalan. Harus terus melakukan inovasi sehingga SMK semakin dilirik industri. Sekarang saatnya yang muda terutama anak SMK yang memiliki skill diberdayakan. Sekolah baik guru maupun kepada sekolah harus mendorong mereka untuk lebih baik," ujarnya, Kamis di Auditorium UNP.

Senada dengan Bakrun, Nadirman alumni UNP yang menjadi pengusaha ternama di Batam menjelaskan, perlu dorongan bagaimana industri datang ke sekolah, mereka tertarik datang ke SMK dan membantu SMK dalam pengembangan sumber daya manusia.

"Peningkatan kapasitas itu penting, bagaimana siswa SMK bisa menciptakan keperluan perusahaan dari karya mereka. Intinya mereka memberikan kontribusi dalam dunia industri," katanya.

Menjawab persoalan itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Jakarta, Diding Wahyudin (Kepsek Berprestasi) membeberkan beberapa keberhasilannya dihadapkan peserta. Diding mengaku, masing-masing guru di sekolahnya memiliki target tertentu. Bahkan mereka sudah bisa menciptakan robot pembuat tenunan batik.

"Bahkan mereka belajar sampai malam melibatkan siswa, kadang malah paginya terlambat masuk sekolah. Tidak masalah asalkan mereka belajar dan ada target yang dicapai," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, mengaku telah memulai dan akan menerapkan lebih banyak lagi digitalisasi di sekolah di Sumbar.

Menurutnya, pada era 4.0 ini, kepala sekolah harus bisa menangkap peluang bisnis agar siswa SMK mendapatkan lebih banyak tempat di dunia industri.

"Sekolah harus digitalisasi, kemudian kepada sekolah harus bisa menangkap peluang industri, makanya saya katakan kepala sekolah duduk di cafe, jangan lagi duduk di kantor," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: Iwan R