Sidang Kerusakan Mangrove, Saksi: Bangunan Wabup Pessel Tidak Menimbun Mangrove

"Bangunan berupa pondok-pondok itu tidak menimbun mangrove"
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PESSEL, KLIKPOSITIF - Sidang lanjutan dugaan kerusakan mangrove di kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barar kembali bergulir di Pengadilan Klas 1 A Padang, Kamis 7 November 2019.

Saksi yang dihadirkan membenarkan adanya bangunan di atas lahan terdakwa Rusma Yul Anwar, Wabup Pesisir Selatan. Namun, diungkapkan bangunan berupa pondok-pondok itu tidak menimbun mangrove.

Hal itu disampaikan oleh saksi Masrial dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis Gutiarso tersebut. Selain menyebut tidak ada hutan mangrove yang ditimbun, terdakwa juga membeli kayu dari luar.

"Tidak mengambil kayu dari hutan," ungkap saat menyampaikan keseksiannya.

Dijelaskan lagi, jarak antara timbunan pondok dan hutan bakau hanya berkisar 3 meter. Masrial mengaku tahu persis dengan lokasi karena dirinya menjembatani terdakwa dengan pemilik lahan saat jual beli.

Sebelum dibeli, terdakwa dan saksi sering ke lokasi melihat kondisi lahan. Terdakwa diketahui banyak melakukan penghijauan agar habitat tanaman sekitar tetap lestari.

Sepengetahuannya tujuan pembuatan olo untuk memperluas jalan sebab jalan yang ada belum dapat dilalui. Olo berguna bagi masyarakat sekitar terutama bagi siswa SMPN 9 Mandeh ketika cuaca ekstrem.

Boat pengangkut siswa dapat bersandar dengan adanya olo yang menjorok ke darat. Saat pembuatan, lanjutnya, tanah galian olo di buang ke bibir olo. Artinya, tidak dibuang ke hutan mangrove.

Saksi lain Benrusdi, mengaku ikut menanam rumput dan pohon bersama terdakwa. Dia menyebut tanah yang digali eskavator ditimbun ke sawah, bukan tanaman mangrove.

Saksi juga mengakui terdakwa sering meminta agar merawat tanaman yang ada.

Pada persidangan sebelumnya, saksi Damsirwan menegaskan pelataran parkir dan timbunan di pinggir jalan bukan mangrove.

Timbunan di pinggir jalan merupakan bekas sawah dan ladang. Sebab, sebelum ditimbun dirinya mengaku sering ke lokasi ... Baca halaman selanjutnya