Pengamat: Jualan UAS Tak Laku pada Pilkada Sumbar 2020

"Salah seorang 'Sahabat Ustaz Abdul Somad (UAS)', Erman Safar, mendaftar ke Partai Gerindra, Kamis 7 November 2019"
Pengamat Politik UIN Iman Bonjol Padang Muhammad Taufik (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Salah seorang 'Sahabat Ustaz Abdul Somad (UAS)', Erman Safar, mendaftar ke Partai Gerindra, Kamis 7 November 2019. Erman Safar mendaftar ke Gerindra untuk maju sebagai Wali Kota pada Pilkada Bukittinggi 2020 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Muhammad Taufik, menilai, "jualan" nama tokoh agama seperti UAS tidak akan laku di Sumatera Barat (Sumbar).

Apalagi berkaca pada Pilpres 2019, kekalahan Prabowo pasca ditemui UAS dan beberapa ulama lainnya, justru membuat citra UAS tidak baik dari beberapa kalangan terutama pemilih Jokowi. Kemudian pada akhirnya Prabowo bergabung dan menjadi menteri Jokowi.

"Kalau sekarang UAS muncul dan diseret-seret lagi pada ranah politik justru akan menambah tinggi jatuh ustaz sejuta follower itu," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Jumat, 8 November 2019.

BACA JUGA : Maju di Pilkada Bukittinggi, 'Sahabat UAS' Mendaftar ke Partai Gerindra

Bahkan, dari kaca mata Taufik, jika UAS terang-terangan terlibat dalam politik praktis mendukung seseorang pada Pilkada 2020, maka dia akan kehilangan pamor dan bisa saja menjadi musuh bersama.

"Biarkan agama untuk agama dan politik untuk kepentingan. Jangan menjadikan agama untuk kepentingan mendapatkan dukungan, kemudian mengindahkan aspek ilmiah dalam melihat isu," tegas Taufik.

LANJUTKAN MEMBACA : Ini Alasan Erman Safar Maju di Pilkada Bukittinggi

Menurutnya, menyeret agama pada ranah politik atau sebaliknya suatu langkah yang tidak tepat. Bahkan bisa dikatakan pemerkosaan terhadap agama. Pilpres 2019 cukup menjadi ... Baca halaman selanjutnya