Panitia UN Sumbar Ingin Libatkan Intel untuk Antisipasi Kebocoran Soal UN SMP

" Enam sekolah diantaranya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yakni satu sekolah di Kota Padang Panjang"
Pelaksanaan UN. (ANTARA FOTO)

KLIKPOSITIF - Panitia Ujian Nasional (UN) 2016 Provinsi Sumatera Barat ingin melibatkan pihak kepolisian untuk mengantisipasi kebocoran soal UN SMP/sederajat yang dilaksanakan pada tanggal 9 Mei nanti.

Ketua UN 2016 Provinsi Sumbar Nasmeri mengatakan, keinginan pihaknya untuk melibatkan kepolisian ini telah disampaikan ke Gubernur Sumatera Barat. "Kita tunggu persetujuan bapak gubernur dan kerjasamanya," ujarnya, Jumat 8 April 2016.

Jika disetujui, dalam hal ini pihaknya akan meminta pihak kepolisian menurunkan intel untuk masuk ke sekolah sebelum dan saat berlangsungnya UN.

"Belajar dari UN SMA, meski dari panitia UN tidak menemukan bahwa kebocoran soal, namun apa yang telah ditemukan oleh Ombudsman itu, setidaknya perlu jadi bahan evaluasi. Maka dari itu, saya anggap perlu untuk melibatkan polisi," jelasnya,

Menurutnya dengan menurunkan intel bisa mengetahui sisi gelap kebocoran soal dan beredarnya kunci jawaban UN. Dengan adanya rencana ini, Nasmeri meminta kepada para siswa SMP/sederajat yang akan mengikuti UN pada 9 Mei nanti untuk lebih mempersiapkan diri tanpa perlu berharap adanya kunci jawaban.

"Jadi siap-siaplah, jangan harap akan ada lagi kunci jawaban yang beredar," tegasnya.

Ia mengakui, secara prosedur lainnya, seperti pengawasan soal di dalam gudang, pemegang kunci gembok soal, pendistribusian, dan yang lainnya masih tetap dilakukan bersama dengan pihak kepolisian. Hanya saja khusus persoalan bocornya soal tersebut, maka diperlukan keterlibatan intel.

Nasmeri menyebutkan, UN SMP sederajat akan dikuti 94.081 siswa dan 3.094 siswa paket B, dengan jumlah sekolah 1.168. Enam sekolah diantaranya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yakni satu sekolah di Kota Padang Panjang, satu sekolah di Kota Sawahlunto, 2 sekolah di Kota Payakumbuh dan 2 sekolah di Kabupaten Agam.

[M. Noli Hendra]