Tunggu Solar Bersubsidi, Sopir Truk di Pasbar Rela Bermalam di SPBU

"Jatah yang diberikan Pertamina tidak sebanding lagi dengan jumlah permintaan yang ada"
Kendaraan yang terparkir menunggu kedatangan BBM jenis Solar di SPBU Batang Toman, Kecamatan Pasaman-Pasaman Barat (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar di Kabupaten Pasaman Barat-Sumbar mengalami kelangkaan. Untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut, sopir terpaksa harus bermalam di SPBU.

Akibatnya, hampir 1 kilometer kendaraan terparkir di jalan lintas di salah satu SPBU di Kecamatan Pasaman yakni SPBU Batang Toman untuk menunggu kedatangan BBM bersubsidi tersebut.

"Jatah yang diberikan Pertamina tidak sebanding lagi dengan jumlah permintaan yang ada," sebut Pengelola SPBU Batang Toman, Suardi kepada KLIKPOSITIF, Sabtu (9/11) dini hari.

Sedangkan jumlah kendaraan pengguna BBM menurutnya terus meningkat, sementara untuk pemasukan Bio Solar sendiri hampir menyeluruh di SPBU di Pasbar terjadi pengurangan hingga 50 persen oleh Pertamina.

"Sekarang jatah kita hanya 8.000 liter (setengah tengki). Itupun kedatangan minyak tersebut juga tidak tiap hari. Tentu tidak sampai setengah hari BBM subsidi ini sudah habis. Apa lagi sekarang, kita bisa melihat dengan jumlah kendaraan yang terparkir sekarang, diperkirakan solar yang akan bongkar nanti sudah habis dan dikhawatirkan tidak mencukupi

"Kan kasihan, dengan adanya kondisi ini terkadang membuat banyak kendaraan bersama pengemudinya harus menginap dikendaraannya. Sehingga hal itu sering kali membuat kemacetan terjadi di jalan sekitar SPBU ini," katanya.

Sementara itu, salah seorang sopir truk pengangkut Buah Sawit, Isuik (46) mengkhawatirkan jika ini terus-terusan berlanjut dan akan berdampak pada pendapatannya.

"Karena langka ini, saya tidak bisa tiap hari lagi membawa buah sawit ke pabrik. Sebab bagaimana mobil bisa berjalan kalau minyaknya tidak ada," terangnya.

[Irfan Pasaribu]