Begini Cara Petani Kerinci Meningkatkan Harga Jual Kopi

"Sebagian besar kebun kopi tersebut merupakan Kopi Arabika yang ditanam petani di kaki Gunung Kerinci"
Kopi Kerinci (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)
Robusta seluas 50 ribu hektare dan 680 ribu hektare untuk Kopi Arabika.

"Untuk Kopi Greenbeen kami bisa memproduksi sebanyak 50 ton per bulan dan untuk bubuk kami memproduksi sebanyak 250 kilogram sebulan," lanjutnya.

Ia memroses kopi tersebut hingga menjadi Kopi Kerinci yang khas dan dipaket dengan kemasan yang memiliki filosofi tersendiri.

"Filosofi kemasan kami ini di bagian atas ada biji kopi yang membentuk gunung itu Gunung Kerinci, di bagian bawah kami memasang bentuk batik yang merupakan ciri khas daerah kami dan selanjutnya background kuning ini merupakan warna khas di sini juga," lanjutnya.

Ia mengatakan untuk penjualan kopi yang sudah dipaket, ia membandrol dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp500 ribu per kilogramnya.

"Untuk harga kopi tertinggi yang kami jual di sini sebesar Rp500 ribu per kilogramnya yaitu kopi jenis Wine Robusta," lanjutnya.

Ia berharap agar petani kopi di daerahnya bisa sejahtera dengan apa yang telah ia lakukan selama dua tahun belakangan dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda setempat.

[Halbert Caniago]