"Bukittinggi-Agam Masak Sakali Banyak"

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemilihan Gubernur Sumatera Barat 2020-2025 nanti banyak calon mulai mengapung. Mereka merupakan putra terbaik Sumbar yang berasal dari berbagai latar belakang dan daerah asal berbeda.

Namun Pilgub nanti, Agam dan Bukittinggi menjadi sorotan. Sebab daerah itu memiliki banyak tokoh berpotensi maju dalam pertarungan politik sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

Sederetan nama yang matang itu mulai Bupati dua periode Agam Indra Catri, Walikota Padang dua periode Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, dan Anggota DPR RI Mulyadi.

Baca Juga

BACA JUGA : Ikut Pilgub Sumbar 2020?, Indra Catri: Insyaallah

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Muhammad Taufik menyebutkan "Agam matang bersamaan". Maksudnya, tahun ini Kabupaten Agam memiliki banyak tokoh yang berpotensi bertarung dalam Pilgub Sumbar 2020.

"Berbeda dengan Pilgub sebelumnya, Pilgub nanti banyak buah matang bersamaan dari Bukittinggi-Agam. Agam mendominasi, berbeda dengan daerah lain hanya diwakili oleh satu atau dua orang saja," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF beberapa hari lalu di Padang.

Menurutnya, pertarungan di Pilgub Sumbar 2020 akan sangat menarik, Agam akan menjadi sorotan. Sebab setelah sekian lama, tokoh dari Agam tidak menduduki kursi gubernur Sumbar, lalu saat ini secara bersamaan muncul tokoh-tokoh dari Agam.

"Terakhir Muchlis Ibrahim orang Agam yang menjadi Gubernur Sumbar hingga masa transisi reformasi," jelasnya.

LANJUTKAN MEMBACA : Menakar Kekuatan Darek dan Rantau dalam Pilgub Sumbar 2020

Setelah itu tidak muncul lagi tokoh atau putra terbaik Agam yang bisa menduduki kursi gubernur Sumbar. "Nah Pilgub nanti pertarungan Agam akan sangat menarik," bebernya.

Apalagi, Taufik melanjutkan Agam masuk tiga besar (Padang dan Pesisir Selatan) pemilih terbanyak di Sumbar. Disisi lain, kandidat lain akan cenderung bermain, memanfaatkan empat tokoh tersebut apakah sebagai wakil untuk memecah suara Agam.

"Kalau mereka bertempat ini tidak bisa duduk semeja, calon lain seperti Nasrul Abit akan melirik, bisa saja sebagai calon wakil. Harus ada tokoh atau kelompok yang bisa mendudukan siapa yang akan maju sehingga suara Agam tidak pecah," katanya.

Namun, terang Taufik, partai politik juga berperan besar dalam menentukan pasangan calon. Akan tetapi peta suara utara selatan Sumbar harus menjadi pertimbangan dalam Pilgub.

"Kalau Agam pecah justru tidak akan jadi menarik, namun belum tampak siapa inisiator yang bisa membuat kesepakatan diantara empat tokoh tersebut," tukasnya.

BACA JUGA : Pilgub Sumbar 2020, Banyak Nama Mengapung, Tak Banyak yang Serius

Merujuk dari beberapa sumber, berikut latar belakang dan asal tokoh-tokoh tersebut: 

H. Mahyeldi Ansharullah, SP gala Datuak Marajo (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Desember 1966. Selain Walikota dua periode, Mahyeldi juga mubalig dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dr. Ir. H. Indra Catri, MSP., Dt. Malako Nan Putiah (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 4 April 1961; umua 58 taun) adalah seorang birokrat yang kemudian menjadi Bupati Agam dua periode. periode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Irjen. Pol. Drs. H. Fakhrizal, M.Hum. (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 26 April 1963; umur 56 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri. Ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Barat sejak 22 Desember 2016. 

Mulyadi (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 13 Maret 1963; umur 56 tahun) adalah seorang politisi berkebangsaan Indonesia. Ia terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024 melalui Partai Demokrat. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir