Ratusan Atlet Arung Jeram Siap Taklukan Batang Kuantan di Silokek Geofest Rafting World Cup 2019

Pembukaan SGWRC 2019
Pembukaan SGWRC 2019 (Istimewa)

SIJUNJUNG , KLIKPOSITIF -- Kejuaraan Dunia Arung Jeram bertajuk Silokek Geofest Rafting World Cup (SGWRC) 2019 resmi dibuka, di Perkampungan Adat, Jorong Padang Ranah, Nagari Sijunjung , Kecamatan Sijunjung , Kabupaten Sijunjung , Minggu 10 November 2019.

Event Director SGWRC 2019 Miya Maharani mengatakan, tercatat sebanyak 46 tim dari 13 provinsi, kemudian dari Malaysia serta Ceko akan mengikuti gelaran dari 10 hingga 14 November 2019 mendatang.

baca juga: Kasus COVID-19 Sumbar Jadi 574 per 2 Juni, 7 Penambahan dari Klaster Pasar Raya Padang dan Lapas Sijunjung

"Totalnya ada 257 atlet, pelatih ofisial dan manajer yang ikut dan akan menaklukkan di Sungai (Batang) Kuantan ini," katanya.

Miya menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Silokek Geofest yang digelar Pemerintah Kabupaten Sijunjung .

baca juga: Polsek Sijunjung Imbau Pengunjung Pasar Tradisional Taati Protokol Kesehatan

"Kejuaraan ini, tidak hanya menyuguhkan arung jeram saja, akan tetapi merupakan strategi dari Pemkab Sijunjung untuk mempromosikan Geopark Ranah Minang Silokek ke kancah nasional dan internasional," ujarnya.

Ketua PB Faji RA Amalia Yunita mengatakan, kejuaraan dunia Arung Jeram bertajuk SGWRC 2019 merupakan yang ke 25 kalinya.

baca juga: 8 Petugas Lapas Muaro Sijunjung Positif COVID-19, 253 Orang yang Kontak Diambil Swab

"Kami mengapresiasi panitia dan Pemkab Sijunjung serta semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kejuaraan ini," katanya.

Sementara itu, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin yang membuka kejuaraan SGWRC secara resmi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang telah memberikan kesempatan kegiatan berskala internasional di Kabupaten Sijunjung .

baca juga: Kasus Virus Corona di Sumbar bertambah 27 per 27 Mei, Jubir: Sijunjung Catatkan 7 Kasus Perdana

"Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami di Kabupaten Sijunjung , karena ini kegiatan yang pertama sejak Silokek ditetapkan menjadi Geopark Nasional pada 2018 lalu," kata Yuswir.

Penulis: Muhammad Haikal