Solar Langka, Nelayan di Pessel Terpaksa Berpindah ke Dexlite

"Sudah sebulan ini, terkadang terpaksa kami ganti dengan dexlite (atau solar non subsidi) harganya Rp10.200 pe liter"
Ilustrasi (Pixabay)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Sejumlah nelayan di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar belakangan ini. Sebab, nelayan yang biasanya membeli solar harus berganti dengan non subsidi.

Salah satunya hal tersebut dikeluhkan anak buah kapal (ABK), Hengki (27). Ia mengaku, pihaknya kesulitan untuk mendapatkan solar, padahal bahan bakar tersebut sangat dibutuhkan.

"Saat ini, untuk bisa mendapatkan solar, itu harus menunggu antrian. Terkadang dapat, terkadang yak gak," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sudah dirasakan sejak sebulan terakhir, untuk bisa mendapatkan bahan bakar sebagian nelayan terpaksa mengganti lain solar.

"Sudah sebulan ini, terkadang terpaksa kami ganti dengan dexlite (atau solar non subsidi) harganya Rp10.200 pe liter," terangnya.

Terpisah, Pengawas SPBU Sago, Amrizal mengakui, bahwa sebulan terakhir ini pengiriman solar tersebut tidak rutin. Terkadang, dapat 16 ribu liter, terkadang 8 ribu liter.

"Sementara permintaan masyarakat masih tinggi" ungkapnya kepada KLIKPOSITIF.

Ia berharap, kosumen bisa memaklumi dan bersabar dengan kondisi tersebut. Sebab, pemenuhan BBM premium sendiri sesuai dengan kuota yang didistribusikan Pertamina sendiri.

"Kalau bisa masyarakat memakai premium sehemat-hematnya. Sebab, kalau bisa dikatakan langkah, memang langkah," tutupnya. (Kiki Julnasri)