Pertamina: Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar Tak Tepat Sasaran

PADANG, KLIKPOSITIF - Unit Manager Communication & CSR Pertamina I, M. Robby Hervindo mengatakan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Sumatera Barat tidak tepat sasaran. Hal ini diungkapkan berdasarkan fakta lapangan soal penggunaan BBM subsidi khusus Solar yang masih dimanfaatkan kendaraan industri.

"Penyaluran BBM subsidi itu tak tepat sasaran. Berdasarkan Perpres 1919 / 2014 kendaraan industri tidak berhak menggunakan Solar. Yang berhak menggunakan Solar yakni petani, masyarakat miskin, kendaraan umum seperti angkutan kota, mobil layanan umum seperti ambulance, dan nelayan, tapi tidak untuk kendaraan industri," katanya saat dihubungi, Selasa (12/11).

Ia mengatakan banyak kendaraan industri yang sejatinya dalam Perpres tersebut menggunakan solar subsidi dalam menjalankan usahanya. "Ini kan hal yang tak baik, masa berusaha menggunakan uang negara. Ini kan keliru," jelasnya.

Baca Juga

Berdasarkan temuan BPH Migas, Sumatera Barat adalah satu dari sepuluh provinsi di Indonesia yang konsumsi solar tidak tepat sasaran. "Hal ini terlihat dari penyaluran BBM hingga September 2019 sebesar 114 persen, artinya ada kelebihan kuota 14 persen dari yang telah ditetapkan," jelasnya.

Ia menuturkan Pertamina tak pernah mengurangi jumlah kuota BBM untuk Sumbar. "Kita Pertamina hanya sebagai penyalur pelaksana kuota. Sedangkan untuk jumlah kuota telah ditetapkan oleh kesepakatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga tidak ada kaitannya disini Pertamina mengurangi stok. Dan jika ada perubahan mekanisme, maka harus dilakukan melalui APBNP," tuturnya.

Pihaknya berharap pemerintah bersama pemerintah daerah dan aparat ketat melakukan pengawasan terkait hal ini. "Karena kalau dari pihak Pertamina sendiri, hitungan penggunaan BBM cukup di lapangan, namun karena banyak digunakan oleh yang tidak berhak, maka terjadilah kondisi yang seperti ini," tuturnya.

Ia juga menuturkan dalam waktu dekat juga akan dilakukan sosialisasi kepada asosiasi pengusaha industri terkait penggunaan BBM subsidi sesuai dengan peruntukannya. "Sehingga masalah seperti ini tidak terulang lagi," tuturnya.

Seperti diketahui, antrian BBM terutama biosolar terjadi hampir di semua SPBU di Sumbar. Kondisi ini membuat masyarakat meradang, bahkan ada yang hampir adu jotos gegara antrian BBM menutupi tempat usaha warga walaupun sudah diberi peringatan tidak menutupi tempat usahanya. (*)

Penulis: Fitria Marlina | Editor: -