DPRD Minta Pertamina Transparan Soal Kuota BBM Sumbar

"Transparansi informasi ini penting untuk mengetahui berapa kuota yang telah diberikan untuk Sumbar tahun 2019 ini"
(KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat meminta Pertamina transparan dengan jumlah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Sumbar. Hal ini menyikapi panjangnya antrian yang terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama hampir dua bulan terakhir. Antrian itu terlihat jelas bagi truk-truk industri.

Ketua Komisi II Bidang Ekonomi DPRD Sumbar Arkadius Datuak Intan Bano mengatakan Pertamina harus transparan soal informasi jumlah kuota untuk Sumbar. "Transparansi informasi ini penting untuk mengetahui berapa kuota yang telah diberikan untuk Sumbar tahun 2019 ini. Pertamina perlu memberikan informasi berapa kuota masing-masingnya seperti Premium, Pertalite, Pertamax, Solar, dan Biosolar," katanya saat dihubungi, Selasa, 12 November 2019.

Ia mengatakan transparansi informasi ini tentunya akan menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan sekarang. "Banyaknya antrian di berbagai SPBU yang juga menimbulkan dampak lain bagi masyarakat sehingga pertanyaan kita berapa banyak kuota yang masuk ke Teluk Kabung? Jika jawabannya sesuai dengan kuota, tentunya tidak ada antrian panjang seperti ini," jelasnya.

Menurutnya antrian panjang yang terjadi memberikan dampak kepada semua pihak, terutama dalam bidang ekonomi. "Kita lihat kendaraan mengantri berjam-jam. Tentu ini sudah mengganggu produktivitas mereka dalam beraktivitas. Ini tidak baik," tuturnya.

Melihat fakta di lapangan yang telah terjadi antrian dalam beberapa minggu terakhir, pihaknya nanti akan memanggil Pertamina dan akan menanyakan perihal ini hingga tuntas. "Kita akan panggil Pertamina dalam waktu dekat untuk menanyakan persoalan ini," jelasnya.

Seperti diketahui, antrian BBM terutama biosolar terjadi hampir di semua SPBU di Sumbar. Kondisi ini membuat masyarakat meradang, bahkan ada yang hampir adu jotos gegara antrian BBM menutupi tempat usaha warga walaupun sudah diberi peringatan tidak menutupi tempat ... Baca halaman selanjutnya