Cina Rilis Uang Digital dalam Waktu Dekat

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Cina diberitakan segera meluncurkan mata uang digital miliknya. Perusahaan investasi yang didukung oleh Foxconn Technology Group menyebutkan uang digital ini bakal dirilis dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan.

Cina mengaku telah mengembangkan kerangka kerja yang disebut Pembayaran Elektronik Mata Uang Digital atau Digital Cina Electronic Payment (DCEP). Menurut Jack Lee, mitra dari HCM Capital, otoritas Cina memungkinkan bank sentral untuk mengeluarkan mata uang digital ke bank umum dan jaringan pembayaran pihak ketiga oleh Alipay dan WeChat Pay.

baca juga: Awal 2020 Marawa Datangkan Ribuan Wisatawan Cina ke Padang

Baca Juga

"Jadi, mereka sudah memiliki semua sistem dan jaringan siap. Saya pikir Anda akan segera melihatnya, mungkin dalam dua hingga tiga bulan ke depan," kata Lee di Singapore FinTech Festival, seperti dikutip dari Cnbc.com, Rabu, 13 ovember 2019.

Dia mengatakan peluncuran itu bisa dimulai sebagai percobaan, bukan untuk menggantikan uang fisik sepenuhnya. HCM Capital telah berinvestasi dalam sejumlah start-up blockchain, menurut Reuters. Ini didukung oleh perusahaan elektronik Taiwan Foxconn, yang juga berinvestasi dalam Vision Fund senilai 100 miliar dolar AS perusahaan SoftBank di Jepang.

Beberapa ahli telah memperingatkan bahwa mata uang virtual dapat meningkatkan risiko penipuan, terutama pencucian uang dan pendanaan terorisme. Tetapi banyak pemerintah belum menemukan cara untuk mengatur hal tersebut.

Daniela Stoffel, sekretaris negara Swiss untuk keuangan internasional, mengatakan peluncuran mata uang digital Cina yang diharapkan dapat mendorong pihak berwenang di seluruh dunia untuk memutuskan bagaimana mereka ingin menggunakan dan mengatur teknologi tersebut.

"Jika pemerintah sekarang menyadari bahwa ini sekarang benar-benar terjadi, dan pertanyaan serta tantangan yang tersirat dalam e-currency sekarang nyata, saya harap ini akan memberikan momentum lebih lanjut untuk pengambilan keputusan secara global," kata Stoffel.

Selain regulasi, potensi kenaikan mata uang digital akan menimbulkan pertanyaan tentang peran mata uang nasional dan bank sentral.

"Sesuatu yang juga harus dibahas secara internasional," kata Stoffel di Singapore FinTech Festival.

Cina bukan satu-satunya negara yang bakal mengeluarkan mata uang digital. Di Swiss, Bank Nasional Swiss mengatakan bulan lalu pihaknya bekerjasama dengan bursa efek negaranya untuk memeriksa kemungkinan penggunaan mata uang tersebut dalam perdagangan.

Editor: Ramadhani