DLH Padang Mulai Rasakan Dampak Kelangkaan BBM

Kendaraan petugas kebersihan Kota Padang tengah antre di SPBU akibat kelangkaan BBM
Kendaraan petugas kebersihan Kota Padang tengah antre di SPBU akibat kelangkaan BBM (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mempengaruhi ranah pemerintahan. Terutama pada bagian kebersihan Kota yang membutuhkan BBM untuk akomodasi pekerjaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon saat dihubungi klikpositif.com, Kamis 14 November 2019 mengatakan bahwa kelangkaan BBM sangat berpengaruh terhadap pekerjaannya.

"Kelangkaan BBM ini sangat berpengaruh terhadap kinerja kami, karena kami sangat bergantung kepada BBM," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA:  Diduga Bawa Tiga Drum Solar, Satu Unit Mobil Terbakar dan Hanguskan Kedai di Pasbar

Ia mengatakan, dalam keadaan sulitnya mendapatkan BBM, kegiatan pemungutan sampah di Kota Padang terganggu.

"Petugas kami mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB, dengan keadaan BBM yang sulit diperoleh ini, petugas harus mengantri dulu untuk bisa memungut sampah dari TPS (Tempat penampungan sementara) ke TPA (Tempat penampungan akhir)," lanjutnya.

Ia mengatakan, dari total jumlah kendaraan yang dimiliki oleh instansi yang dipimpinnya, ia membutuhkan ribuan liter BBM setiap harinya.

BACA JUGA:  Penyaluran Subsidi Tidak Tepat, DPRD Pasbar Dukung Pertamina Karena Hal Ini

"Untuk kendaraan jenis Dump Truk, kami membutuhkan BBM sebanyak 465 liter per hari dengan jumlah unit 31," lanjutnya.

Untuk kendaraan jenis Dump Truk typer, ia membutuhkan 20 liter BBM per hari. Untuk kendaraan jenis Dump Truk Mercy, ia membutuhkan BBM 40 liter per hari.

Untuk kendaraan jenis Amrol Truk, ia membutuhkan 1520 liter per hari untuk 38 unit kendaraan yang dioperasikan. Untuk kendaraan jenis Pick Up, ia membutuhkan BBM sebanyak 150 liter per hari untuk 10 unit kendaraan.

BACA JUGA:  Gas Elpiji 3 Kg Diatas HET, Pemkab Pessel Akui Tidak Bisa Menindak Pangkalan

Untuk kendaraan jenis Becak Motor (Betor), ia membutuhkan BBM sebanyak 108 liter per hari untuk 38 unit kendaraan. Untuk kendaraan jenis sweeper, pihaknya membutuhkan BBM sebanyak 10 liter per hari.

Untuk alat berat, ia membutuhkan BBM sebanyak 80 liter per hari untuk empat unit alat dan untuk perahu, ia membutuhkan sebanyak 15 liter BBM per hari.

"Dengan jumlah ribuan liter ini, kami sulit untuk melaksanakan kegiatan karena kelangkaan BBM ini dan membuat pekerjaan melambat," lanjutnya.

Ia berharap agar masalah kelangkaan BBM di Sumatera Barat ini bisa teratasi agar kegiatan masyarakat dan pemerintahan dapat berjalan seperti biasanya lagi. [Halbert Caniago]

Editor: Eko Fajri