Dukung Program Kursus Pra Nikah, Menag: Kemenag Punya Bimwin

"Sampai saat ini, Kemenag sudah memiliki 1.928 fasilitator bimwin yang sudah lulus bimbingan teknis. Ini hanya dari unsur Penghulu dan Penyuluh Kemenag, serta Ormas Islam"
Menteri Agama Fachrul Razi (Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan pihaknya mendukung gagasan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tentang kursus pra nikah. Menurutnya, hal itu sejalan dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang sudah diselenggarakan Kementerian Agama sejak dua tahun terakhir.

"Bimbingan Perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespon problem perkawinan dan keluarga. Juga mempersiapkan mereka agar terhindar dari problema perkawinan yang umum terjadi, serta meningkatkan kemampuan mewujudkan keluarga sakinah,” terang Menag di Jakarta, Jumat (15/11).

Menurut Menag, Bimwin ini merupakan revitalisasi dari kursus pranikah beberapa tahun sebelumnya yang dipandang kurang efektif membekali catin. Untuk Bimwin Catin ini, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama juga sudah menerbitkan petunjuk pelaksanaan atau juklaknya. Kegiatan ini dilakukan dengan tatap muka selama dua hari, menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa.

Materi yang disampaikan antara lain terkait: fondasi keluarga sakinah, penyiapan psikologi keluarga, manajemen konflik, tata kelola keuangan keluarga, menjaga kesehatan keluarga, serta mencetak generasi berkualitas.

“Pada tahun 2018, pelaksanaan bimbingan perkawinan menjangkau 125.132 pasangan catin di 34 provinsi. Tahun ini, sampai Oktober 2019, penyelenggaraan bimwin yang masuk laporan sudah mencapai 59.291 catin,” jelas Menag.

Menag mengakui bahwa jangkauan pelaksanaan bimwin catin memang masih sangat jauh jika dibandingkan dengan rerata peristiwa nikah yang mencapai 2juta perkawinan dalam setahun. Gagasan Menko PMK diharapkan dapat disinergikan dengan program bimwin sehingga pelaksanaannya bisa semakin massif.

“Sampai saat ini, Kemenag sudah memiliki 1.928 fasilitator bimwin yang sudah lulus bimbingan teknis. Ini hanya dari unsur Penghulu dan Penyuluh Kemenag, serta Ormas Islam,” tutur Menag.

“Jika ... Baca halaman selanjutnya