Ini Tantangan Dinkes Payakumbuh Dalam Memenuhi Target Cakupan Imunisasi Lengkap

"Tantangan di masyarakat saya gunakan istilah miss opportunity. Misalnya sang anak harus ditimbang hari ini, pada saat ditimbang anak tersebut batuk pilek sehingga tidak dapat diimunisasi"
Pemberian imunisasi terhadap anak. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Kabid Kesmas dan P3 Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Hefi Suryani menyebut, pihaknya memiliki dua tantangan cukup besar untuk memenuhi angka 95 persen yang merupakan target cakupan imunisasi lengkap.

Untuk imunisasi rutin lengkap diberikan pada bayi berusia kurang dari 24 jam berupa imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik).

Selanjutnya untuk usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR), bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), serta anak kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan (Td).

Dikatakan Hefi, tantangan tersebut ada di masyarakat dan tantangan di tenaga kesehatan atau sistem pelayanan kesehatan.

"Tantangan di masyarakat saya gunakan istilah miss opportunity. Misalnya sang anak harus ditimbang hari ini, pada saat ditimbang anak tersebut batuk pilek sehingga tidak dapat diimunisasi," katanya.

Selanjutnya tantangan di tenaga kesehatan yang akan memberikan vaksin, misalnya vaksin BCG 1 vial cukup untuk 10 anak, tapi yang datang hanya seorang anak. Artinya masih ada sisa vaksin untuk 9 anak yang tidak terpakai.

"Itu miss opportunity, padahal imunisasi itu ditentukan oleh waktu dan ditentukan oleh jenisnya. Jadi kalau misalnya pemberian imunisasi BCG mundur-mundur sampai 3 bulan, dan anak baru imunisasi BCG kita khawatir itu (pemberian vaksin BCG) tidak maksimal karena anaknya sudah terkontaminasi hal lain," jelasnya.

Untuk menghadapi tantangan itu, dibutuhkan kerja sama dari semua kalangan. Selain masyarakat dan pemerintah, keterlibatan media untuk membantu memberikan pemahaman tentang imunisasi kepada masyarakat juga dibutuhkan.

"Kita akan terus ... Baca halaman selanjutnya