Belum Ada Legalitas Data dari Pessel Jadi Alasan Bantuan untuk Korban Kerusuhan Wamena Belum Disalurkan

Korban kerusuhan Wamena
Korban kerusuhan Wamena (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Sudah sebulan lebih sejak pemulangan korban kerusuhan Wamena , Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua persolan data tidak juga rampung. Akibatnya penyaluran bantuan dari donasi Sumbar Peduli Sesama belum bisa dibagikan.

Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat Syaifullah mengakui, hingga saat ini setelah melakukan beberapa kali verifikasi belum juga menemui titik terang.

baca juga: Pemerintah Perpanjang Masa Pelaksanaan Pekerjaan Venue PON XX

Menurutnya, masalah belum bisa disalurkan bantuan yang berjumlah Rp 3,7 miliar tersebut karena belum ditandatanganinya hasil verifikasi data korban oleh kepala daerah dalam hal ini Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

"Soal data ada di Dinas Sosial, coba tanya Dinsos. Data selalu berubah-ubah dan perlu tanda tangan bupati sebagai legalitas," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

baca juga: PON XX Papua 2020 Ditunda Hingga Oktober 2021

Syaifullah mengaku belum berani menyalurkan dana tersebut karena persoalan data tersebut. Ketakutannya jangan sampai ada persoalan lain dampak dari ketidakpastian data.

"Kalau data sudah tentu bisa dibagikan dengan tetap sasaran. Kalau sudah valid kami langsung bagikan," katanya.

baca juga: Respon Positif Larangan Mudik, Organisasi Perantau: Gunakan Teknologi Melepas Rindu dangan Keluarga

Dikatakannya, hingga hari ini rekening Sumbar Peduli Sesama masih dibuka dan bantuan dari berbagai pihak terus mengalir.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sumbar Jumaidi menyampaikan, saat ini data masih dalam validasi dilapangan. Dia mengaku sudah meminta data dari Kadinsos Pessel walaupun sebenarnya data dari provinsi sudah ada.

baca juga: Dilarang Mudik, Nasrul Abit: Perantau Jangan Kecewa

"Saya sudah minta data dari Dinsos Pessel, sampai saat ini kami masih menunggu data itu ditandatangani," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat, 15 November 2019.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Keluarga Minang Wamena Nofri Zendra mendesak agar pemerintah merampungkan data tersebut sehingga korban kerusuhan mendapatkan bantuan.

"Agar korban bisa segera bisa mengambil sikap, apakah bantuan tersebut bisa untuk modal usaha di kampung atau kembali ke Wamena ," ungkapnya.

Nofri berharap persoalan tersebut cepat selesai, karena lebih dari sebulan korban kerusuhan Wamena menunggu. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir