Iuran JKN KIS Naik, Warga Padang Ramai-ramai Turun Kelas

"Bulan Oktober ini, ada 200 KK yang turun kelas. Sementara, hingga November jumlah peserta JKN-KIS yang turun kelas mencapai 400 KK"
Kepala BPJS Cabang Padang, Asyraf Mursalina, bersama Kepala Humas BPJS Kesehatan Kepwil Sumbagteng Jambi, Agung Priyono memaparkan kondisi BPJS jelang kenaikan iuran JKN KIS tahun 2020 nanti, Jumat (15/11) di Padang (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Rencana kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pada Januari 2020 nanti, mulai berdampak terhadap masyarakat.

Berdasarkan data BPJS Cabang Padang hingga November 2019, di Kota Padang, 400 KK masyarakat yang ikut dalam program kepesertaan JKN-KIS, beramai-ramai turun kelas layanan kesehatan BPJS.

BACA JUGA : Jika Iuran Naik Per Kepala Keluarga Mungkin Tak Memberatkan Masyarakat

“Bulan Oktober ini, ada 200 KK yang turun kelas. Sementara, hingga November jumlah peserta JKN-KIS yang turun kelas mencapai 400 KK. Bagi kami dari BPJS Kesehatan, lebih baik masyarakat yang tidak mampu memilih turun kelas saja, dari pada tidak mampu lalu menunggak iuran JKN-KIS,” ujar Kepala BPJS Cabang Padang, Asyraf Mursalina, Kemarin (15/11) di Padang.

Asyraf mengungkapkan, catatan BPJS Cabang Padang, jumlah peserta JKN-KIS di wilayah kerja Padang, Pariaman, Padangpariaman, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai, mencapai 1,6 juta peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 211.000 peserta JKN-KIS menunggak iuran. Jumlah tunggakan iurannya mencapai Rp100 miliar.

“Tunggakan peserta JKN-KIS ini bervariasi, mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, utang BPJS ke rumah sakit sudah mencapai Rp300 miliar. Sampai saat ini belum terbayarkan, dan baru bisa bayar yang klaim-nya pada 20 Agustus.

“Harapan kita dengan adanya kenaikan iuran JKN KIS ini, maka keterlambatan pembayaran rumah sakit ini bisa diatasi,” keluhnya.

Baca halaman selanjutnya