Kader JKN KIS Bukan Dept Collector

"Kader JKN-KIS merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program JKN-KIS dan diharapkan akan mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran"
Kepala BPJS Cabang Padang, Asyraf Mursalina, bersama Kepala Humas BPJS Kesehatan Kepwil Sumbagteng Jambi, Agung Priyono dan dua orang Kader JKN KIS Padang (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala BPJS Cabang Padang, Asyraf Mursalina mengatakan, saat ini ada 19 orang Kader JKN KIS yang dibina BPJS Cabang Padang. Kader ini ada di 11 kecamatan di Kota Padang. Masing-masing kader miliki binaan 500 KK yang menunggak iuran JKN KIS.

"Kader JKN-KIS merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program JKN-KIS dan diharapkan akan mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran," jelasnya, Kemarin, (15/11).

Kader JKN KIS Kecamatan Padang Barat, Dewi mengakui, dengan rencana kenaikan iuran JKN KIS ini, banyak peserta JKN KIS binaannya yang minta pindah kelas dari kelas I ke kelas III.

"Saya berusaha untuk mencegahnya dengan menjawab rencana kenaikan iuran JKN KIS itu sekedar isu. Namun, meskipun demikian, yang pindah kelas tetap kami layani prosesnya,” ujarnya.

Dewi menegaskan, Kader JKN KIS bukanlah dept collector, karena kader merupakan bagian dari masyarakat. Dirinya sebagi Kader JKN KIS bertugas tidak hanya menagih tetapi juga membantu sosialisasikan program JKN KIS.

Dewi mengatakan, dirinya menjadi Kader JKN KIS sejak Maret 2018 lalu. Dengan profesinya, Dewi mengaku bangga karena menjadi Kader JKN KIS merupakan suatu profesi yng cukup mulia.

“Kita bekerja bukan memberi dan memaksakan keinginan kita. Masyarakat yang tidak tahu informasi apapun tentang JKN KIS kita jelaskan. Yang malas bertanya apa itu JKN KIS ke Kantor BPJS, kami layani dan membantu menjelaskan. Berkat kami, masyarakat dari tidak tahu menjadi tahu. Kebanggaan saya sebagai kader mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat dan mencari solusi,” ungkapnya.

Kader JKN KIS Kecamatan Koto Tangah, Rahayu, mengatakan dirinya kerja jadi Kader JKN KIS setelah datang ke Kantor BPJS untuk bergabung.

“Saya diterima jadi kader tahun 2018. Suka dukanya banyak. Sukanya nambah uang dapur. Dukanya banyak warga ... Baca halaman selanjutnya