Riza Falepi Bicara Porsi APBD Kota Payakumbuh

"Alhamdulillah, selama ini porsi anggaran daerah untuk pembangunan dan masyarakat di Payakumbuh sudah sangat besar persentasenya. Mencapai 60 persen. Terbukti di lapangan orang membangun terus kan?"
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi angkat bicara terkait porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di daerah yang dipimpinnya itu.

Dijelaskan Riza, bahwa dalam APBD Kota Payakumbuh yang disusun, ia terus berkomitmen untuk memperbesar porsi pembangunan dan masyarakat dibandingkan porsi lain, seperti belanja rutin PNS, perjalanan dinas, dan lainnya.

"Alhamdulillah, selama ini porsi anggaran daerah untuk pembangunan dan masyarakat di Payakumbuh sudah sangat besar persentasenya. Mencapai 60 persen. Terbukti di lapangan orang membangun terus kan?," ujar Riza, beberapa waktu lalu.

Mantan senator Sumbar itu menyebut, dirinya sengaja membuat porsi anggaran hanya 40 persen untuk belanja pegawai demi menjalankan prinsip anggaran yang baik sesuai aturan yang ada.

"Seperti untuk pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, infrastruktur 25 persen, inspektorat 1 persen, dan belanja langsung yang jauh lebih besar daripada belanja tidak langsung," tuturnya.

Menurut Riza, untuk mewujudkan porsi anggaran seperti itu, membutuhkan komitmen yang kuat dari kepala daerah serta dedikasi yang tinggi para jajarannya.

"Integritas itu identik dengan melayani tanpa harus melihat kita harus dapat apa? Bagaimana kita mau melayani jika anggaran untuk PNS sebagai pelayan masyarakat, malah lebih besar daripada anggaran untuk masyarakat sendiri?" katanya.

Di sisi lain, meskipun anggaran untuk PNS hanya 40 persen, namun Riza mengaku masih bisa mengefektifkan anggaran tersebut dan memberikan tunjangan yang cukup besar bagi pegawainya.

"Untuk ukuran Sumbar, tunjangan PNS di Payakumbuh sudah lumayan besar. Selain itu kami juga berusaha memberikan perhatian lebih pada masyarakat berpenghasilan rendah dengan memberikan beasiswa, bedah rumah, pemberian makanan tambahan gizi untuk bayi dan anak sekolah, serta berusaha agar angka stunting berkurang jauh," tuturnya. (*)