Selidiki Kebakaran Pasar Kuok Batangkapas, Polisi Panggil Tiga Orang Saksi

"pemanggilan saksi sendiri untuk mendalami peristiwa tersebut, sebab sejauh ini masih menyimpan tanda tanya karena belum ada kejelasan tentang penyebab kejadian."
Puing pasca kebakaran pasar di Pessel (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Kepolisian masih terus mendalami penyebab kebakaran di Pasar Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat yang terjadi pada Jumat 15 November 2019 dinihari. Hingga saat ini, setidaknya polisi sudah melakukan pemanggilan tiga orang saksi.

"Masih dalam penyelidikan. Hari ini sudah kita lakukan pemanggilan tiga orang saksi," ungkap Kapolsek Batangkapas, Iptu. Impriadi saat dihubungi KLIKPOSITIF, Senin 18 November 2019.

Ia menjelaskan, pemanggilan saksi sendiri untuk mendalami peristiwa tersebut, sebab sejauh ini masih menyimpan tanda tanya karena belum ada kejelasan tentang penyebab kejadian.

"Benar (belum bisa disimpulkan), kita masih mengambil pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan)," terangnya.

BACA JUGA: Pasar Kuok Batangkapas Pessel Terbakar

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pessel, AKP. Allan Budi Kusumah Katinusa mengungkapkan, bahwa hingga siang pasca kebakaran terjadi pihak masih belum bisa menyimpulkan penyebabnya.

"Kita belum bisa memastikan. Nanti, hasil olah TKP Inafis Polda Sumbar (yang menentukan) akan diselidiki Polsek," ungkapnya saat ditemui KLIKPOSITIF di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, saat ini untuk menguatkan bukti-bukti penyebab kejadian tersebut, pihaknya telah dibantu tim Inafis Polda Sumbar untuk melakukan olah TKP.

"Sekarang ini masih ditangani Polsek dan dibackup sama inafis polda Sumbar (untuk mengetahui penyebab pasti),"pungkasnya singkat.

Pantauan KLIKPOSITIF, Jumat siang sebelumnya , tim Inafis Polda Sumbar didampingi tim Polres Pessel dan Polsek melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk memastikan penyebab kejadian. Saat dilokasi tampak area yang terbakar digaris polisi dan sejumlah pedagang masih mencoba menyisikan barang-barang bekas kebakaran. (Kiki Julnasri)