Uji Coba Insinerator Dilakukan Karena Ada Laporan Terkait Dugaan Korupsi

"Sudah 1,5 tahun alat insinerator ini tidak difungsikan. Alat kemudian dipindahkan ke Ompang Tanah Sirah ini dan masyarakat tidak terima. Sehingga banyak laporan dugaan ada penyelewengan baik kepada kejari maupun kepolisian dan inspektorat"
Proses uji coba insinerator di Kelurahan Ompang Tanah Sira Kecamatan Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Direktur RSUD Adnan Wd Payakumbuh, dr. Efrizanaldi menyebut, uji coba fungsi dan kondisi alat pembakaran limbah medis atau insinerator dilakukan karena adanya laporan masuk ke pihak kejaksaan dan kepolisian terkait dugaan korupsi.

Dikatakannya, laporan dugaan korupsi itu masuk karena insinerator yang terletak di Kelurahan Ompang Tanah Sira (OTS), Kecamatan Payakumbuh Utara itu sudah cukup lama tidak difungsikan itu, sehingga muncul narasi negatif di tengah-tengah masyarakat.

"Sudah 1,5 tahun alat insinerator ini tidak disungsikan. Alat kemudian dipindahkan ke Ompang Tanah Sirah ini dan masyarakat tidak terima. Sehingga banyak laporan dugaan ada penyelewengan baik kepada kejari maupun kepolisian dan inspektorat," sebutnya, Senin (18/11).

Dr. Efrizanaldi mengaku, dengan adanya laporan masyarakat ke penegak hukum terkait dugaan penyelewengan insinerator, maka inspektorat meminta untuk dilakukan uji coba fungsi dan kondisi insinerator. Dengan adanya uji coba dapat diketahui apakah alat insinerator masih berfungsi atau tidak.

"Dalam uji coba ini kami membawa sekitar 30-40 kilo gram sampah medis padat, seperti alat slang infus, kateter dan beberapa sampah medis kering lainnya," jelasnya.

Dalam uji coba yang dilakukan Senin (18/11) sore tersebut, pembakaran sampah medis itu disaksikan puluhan warga, aparat kepolisian, inspektorat, TNI, Polri, Satpol-PP, serta aparat kecamatan dan kelurahan.

Dari pantauan di lokasi pembakaran, mesin insinerator menyala dengan cukup baik. Untuk sesaat mesin dipanaskan terlebih dahulu, setelah mesin mulai panas, sampah medis yang dibawa pihak RSUD Adnan WD Payakumbuh kemudian dimasukkan ke dalam bak besar yang berfungsi untuk membakar sampah medis tersebut. 

"Kondisinya setelah diuji coba bagus, dan sudah sesuai," sebut dr. Efrizanaldi. (*)