Anak Dibawah Umur Tabrak Puluhan Motor, Psikolog: Ini Pembiaran Orang Tua

"Ini adalah pembiaran yang seharusnya tidak boleh dilakukan orang tua"
Kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan M Hatta, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada Minggu malam (17/11) (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan M Hatta, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada Minggu malam (17/11) dikendarai oleh anak di bawah umur. Pengemudi tersebut masih berstatus pelajar dengan inisial MG (14). Menanggapi hal tersebut, Psikolog Kuswardani memiliki pendapat sedniri soal hal ini.

"Kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur merupakan kelalaian orang tua dalam membuat regulasi sendiri soal aturan berkendara di rumahnya. Ini adalah pembiaran yang seharusnya tidak boleh dilakukan orang tua dalam mengemudikan kendaraan," katanya saat dihubungi, Senin, 18 November 2019.

Ia mengatakan hal ini adalah proses di luar aturan. "Kematangan masih dalam proses seorang anak hingga ia berusia 18 tahun. Proses tanggungjawab itu masih dibentuk, baik dalam sikap keseharian maupun psikologinya sendiri," tuturnya.

Menurutnya matangnya seorang anak dalam bersikap dan mengambil tanggungjawab yang diberikan adalah diusia 18 tahun. "Makanya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) disyaratkan pada saat seseorang berusia 18 tahun karena pada masa itu sikap-sikapnya untuk bertanggungjawab telah matang. Dan untuk mengambil tanggungjawab sendiri juga telah bisa," jelasnya.

Ia menjelaskan disinilah kemampuan orang tua dalam memberikan tanggungjawab kepada anak. "Mampu tidak orang tua memberikan ini dengan baik kepada anak. Jangan hanya karena sayang anak, semua mau anak diikuti. Kita thu hal itu belum bisa jadi tanggungannya tapi terus diikuti. Ini tak baik," tuturnya.

Ia berharap orang tua lebih mempertimbangkan lagi dengan matang apa tanggungjawab yang akan diberikan kepada anak. "Sehingga hal demikian tidak terjadi lagi berulang-ulang. Kejadian ini tentu saja tidak merugikan dirinya sendiri, namun juga orang lain," jelasnya. (*)