Bertandang ke Pariaman, Dosen Unand Sosialisasikan Penggunaan Obat yang Benar

"Perlu pemahaman tentang obat yang lebih mendalam oleh masyarakat, agar tidak salah menggunakan obat"
Dosen Fakultas Farmasi, Universitas Andalas (Unand) Dr. Syofyan M. Farn, Apt saat melakukan sosialisi kepada masyarakat di Kota Pariaman. (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF-- Penggunaan obat dengan tepat dan benar akan menyembuhkan suatu penyakit, jika tidak obat itu malah akan menjadi racun bagi orang yang meminumnya. Untuk itu, perlu pemahaman tentang obat yang lebih mendalam oleh masyarakat, agar tidak salah menggunakan obat.

Hal itu disampaikan okeh Dosen Fakultas Farmasi, Universitas Andalas (Unand) Dr. Syofyan M. Farn, Apt saat melakukan sosialisi kepada masyarakat di Kota Pariaman.

"Saya mencoba mengedukasikan kepada mereka tentang obat secara umum. Penjelasan ini sangat jarang didapatkan oleh masyarakat awam, karena obat terbuat dari bahan kimia yang sering juga diidentikkan dengan racun. Jika salah dalam penggunaannya, maka bisa membahayakan tubuh," kata Syofyan di Pariaman, Senin 18 November 2019.

Kegiatan ini dilakukan juga dalam rangka pengabdiannya kepada masyarakat. Dimana sebagai seorang dosen diwajibkan untuk melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Ia memiliki metode baru dalam melakukan edukasi terhadap masyarakat, dengan cara menggunakan pola permainan, agar apa yang disampaikan itu bisa melekat pada masyarkat dan mudah diingat.

"Edukasi yang saya diberikan di sini tidak hanya bagaimana cara mendapatkan dan mengkonsumsi saja, namun warga juga diberikan pengetahuan tentang bagaimana cara menyimpan dan memperlakukan obat," katanya.

Alumni SMAN 2 Pariaman ini juga menyampaikan kepada masyarakat untuk membuang obat yang sudah tidak digunakan lagi, karena obat itu jika dibiarkan akan membahayakan orang lain.

"Kadang masyarakat kita sering memberikan obatnya kepada orang lain, dengan alasan obat itu cocok untuk dia. Itu merupakan perilaku yang salah, karena obat itu belum tentu cocok untuk semua orang. Untuk itu perlu resep dokter untuk menentukan obat apa yang bisa diminum oleh seseorang," katanya.

[Rehasa]