Forum Mutu Indonesian Healthcare Quality Network Ke-15 Digelar di Bukittinggi

Forum Mutu IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network) ke-15 di Kota Bukittinggi - Sumbar, Selasa (19/11/2019)
Forum Mutu IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network) ke-15 di Kota Bukittinggi - Sumbar, Selasa (19/11/2019) (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Forum Mutu IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network) ke-15 digelar di Kota Bukittinggi - Sumbar selama dua hari, yakni pada Selasa-Rabu (19-20 November 2019). Kali ini, Forum Mutu IHQN mengangkat tema 'Meningkatkan Cakupan Efektif Pelayanan Kesehatan: Penerapannya di Rumah Sakit dan Puskesmas untuk KIA, Medis, Keprawatan, serta Kesehatan Masyarakat".

Kegiatan ini menghadirkan 14 pembicara, diantaranya Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D dari FKKMK UGM Yogyakarta, Prof. Dr. Afrizal, MA dari Unand Padang, Dr. Hj. Evi Hasnita, SPd.,Ns, M.Kes dari Universitas Fort de Kock Bukittinggi, dr. Ferdinal Ferry, SpOG (K) dari Unand Padang, Dr. Ir. Giwo Rubiyanto Wiyogo, MPd dari Kowani Pusat, Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISqua dari Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM, dan Prof. Norhayati Mohd Zain  dari Pusat Pengurusan Penyelidikan KPJ Healthcare University College Malaysia.

Selain itu, juga ada dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Dr. Hj. Nella Sulung, SPd, Ns, M.Kes dari Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Nurhayati, SST, M.Biomed dari Universitas Fort de Kock Bukittinggi, drg. Puti Aulia Rahma, MPH, CFE dari PKMK FKKMK UGM Yogyakarta, dr. RR. Titi Savitri Prihatingsih, MA, M.Med.ED, Ph.D dari FKKMK UGM Yogyakarta, dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H, M.Kes dari FKKMK UGM Yogyakarta, Dr. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.B, Sp.BA (K), MARS dari RSUP Dr. M. Djamil Padang, serta Ari Dwi Aryani dari BPJS Kesehatan Wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.

Baca Juga

Menurut Ketua Pelaksana, Oktavianis, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan networking antara seluruh pelayan kesehatan, baik itu kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapi, keperawatan, kedokteran dan yang lainnya.

"Forum ini membahas isu-isu terkini dan untuk pelayanan kesehatan di Indonesia. Kita menginginkan, setelah kegiatan ini tercipta, ada networking antara tenaga pelayanan di seluruh Indonesia," jelas Oktavianis.

Menurutnya, peserta kegiatan ini berjumlah 370 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga terkoneksi dengan webinar (seminar online) yang diikuti ribuan orang dari 17 puskesmas yang ada di wilayah Sumbar, serta mahasiswa di Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi. (*)

Penulis: Iwan R | Editor: -