Soal Data Korban Wamena, Ini Kata Pemkab Pessel

Korban Wamena
Korban Wamena (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat bakal segera merampungkan data korban Wamena asal Pesisir Selatan yang dibutuhkan pemerintah provinsi untuk penyaluran donasi yang sudah terkumpul beberapa waktu lalu.

Kabag Kesra Setkab Pessel, Yolli Aang Sofria mengungkapkan, hingga saat ini tim dari Kabupaten Pesisir Selatan masih mengodok data tersebut. Sebab, selain data yang diakomodir Pemprov Sumbar pihaknya juga harus mengakomodir data korban yang pulang dengan mandiri.

BACA JUGA: Bantuan untuk Korban kerusuhan Wamena Tak Kunjung Disalurkan

Baca Juga

"Sekarang tim kita sedang memastikan data tersebut. Sebab, memang orang ini ada yang pulang melalui jalur mandiri (diluar akomodasi Pemrpov Sumbar," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, saat ini tim masih terus melakukan croscek data. Sebab, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan jumlah korban yang bakal menerima.

"Kalau data terakhir yang direkap di Tapem 308 KK. Sementara data ini bergerak terus karena banyak juga yang pulang menyusul," terangnya.

Lanjutnya, pihaknya sangat serius dengan data tersebut. Sebab, selain penyaluran yang cepat, pihaknya juga berharap bantuan tersebut merata diterima seluruh korban.

"Target kita secepatnya, sebab dari provinsi juga menunggu itu (data dari Pemkab Pessel). Jika sudah clear, maka akan segera kita serahkan," tutupnya.

Terpisah, sebelumnya Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat Syaifullah mengakui, hingga saat ini persolan data belum  juga rampung. Hingganya, penyaluran bantuan dari donasi Sumbar Peduli Sesama belum bisa dibagikan.

Menurutnya, masalah belum bisa disalurkan bantuan yang berjumlah Rp 3,7 miliar tersebut karena belum ditandatanganinya hasil verifikasi data korban oleh kepala daerah dalam hal ini Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

"Soal data ada di Dinas Sosial, coba tanya Dinsos. Data selalu berubah-ubah dan perlu tanda tangan bupati sebagai legalitas," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF.

Syaifullah mengaku belum berani menyalurkan dana tersebut karena persoalan data tersebut. Ketakutannya jangan sampai ada persoalan lain dampak dari ketidakpastian data.

"Kalau data sudah tentu bisa dibagikan dengan tetap sasaran. Kalau sudah valid kami langsung bagikan," katanya.

BACA JUGA: Belum Ada Legalitas Data dari Pessel Jadi Alasan Bantuan untuk Korban Kerusuhan Wamena Belum Disalurkan

(Kiki Julnasri)


 
 


 
 

Editor: Rezka Delpiera