Biarkan Hewan Ternak Berkeliaran di Tempat Umum, Ini Denda yang Harus Dibayar Masyarakat Pessel

"Khusus kambing, pemilik terpaksa harus membayar denda untuk mengambil kembali per hari Rp100 per ekor sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Trantibum"
Hewan ternak warga berkeliaran di jalan (KLIKPOSITIF)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Sejumlah warga yang memiliki hewan ternak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terpaksa harus berurusan dengan Polisi Pamong Praja (Pol PP), setelah hewan ternak mereka kedapatan berkeliaran di daerah tersebut, Selasa 19 November 2019.

Kedispol PP-Damkar Pesisir Selatan, Dailipal mengungkapkan, perihal tersebut didapatkan Pol PP, saat pihaknya tengah melakukan penertiban ternak lepas di KWBT Mandeh. Hingganya untuk mengambil hewan ternak tersebut kembali, pemilik harus bayar denda.

"Sedikitnya tim mendapatkan 2 ekor kambing, dan pemilik terpaksa harus membayar denda untuk mengambil kembali per hari Rp100 per ekor sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Trantibum," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF.

BACA JUGA: Hewan Ternak Bisa Bahayakan Pembalap TdS, Satpol PP Pessel: Pemilik Bisa Diberi Sanksi

Ia menjelaskan, penertiban sendiri dilakukan dibeberapa titik di KWBT Mandeh, karena seiring dengan banyaknya keluhan pengujung yang datang. Sebab, selain mengganggu kenyamanan berwisata, hal tersebut juga dinilai mengganggu ketertiban umum.

"Hal ini dalam rangka menyikapi dan tindak lanjut dari keluhan pengunjung terkait banyaknya hewan ternak yang berkeliaran mengganggu K3. Itu diantaranya yang terjaring di Carocok Anau Tarusan," terangnya.

Lanjutnya, saat ini pihaknya meminta warga untuk tidak melepaskan hewan terbak secara sembarangan. Sebab, hal itu sudah diatur dalam menjaga ketertiban umum di tengah masyatakat.

"Kalau tidak diindahkan, maka akan terus kita lakukan penertiban. Jika setelah ditertibkan, pemilik harus siap-siap bayar denda karena ini berlaku untuk seluruh pemilik ternak," tegasnya.

(Kiki ... Baca halaman selanjutnya