Sejumlah Traffic Light di Pariaman Rusak, ini Keterangan Kadis Perhubungan

"Satu motor lampu itu harganya 20 juta rupiah, sementara itu untuk uang pemeliharaan sudah menipis"
Lampu lalulintas di persimpangan kota Pariaman rusak (KLIKPOSITIF/Rahesa)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Sejumlah lampu lalulintas (traffic light) di persimpangan kota Pariaman rusak, perihal tersebut membuat arus kendaraan tak beraturan. Seperti yang terpantau di kawasan Kurai Taji dan Simpang Galombang, Kota Pariaman, Selasa 19 November 2019.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Yanri Leza, menyoal kepada KLIKPOSITIF. Dikatakannya, kerusakan Traffic light tersebut dikarenakan motor dari lampu telah rusak.

"Motor traffic light sudah rusak. Itu lampu sudah lama, merupakan pengadaan tahun 2003. Untuk memperbaikinya harus pesan di Bandung dan itu sudah kami lakukan," ungkap Yanri Leza, Selasa 19 November 2019.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk satu motor harganya Rp 20 juta. "Satu motor lampu itu harganya 20 juta rupiah, sementara itu untuk uang pemeliharaan sudah menipis," sebut Kadis itu.

Dikatakannya, satu tahun uang pemeliharaan untuk traffic light sebesar Rp160 juta.

Yanri Leza menuturkan juga perihal lampu di Kurai Taji. "Yang di Kurai Taji itu sudah satu bulan terpantau rusak atau mati. Untuk mengantisipasi hal itu maka kami mensiagakan petugas di setiap lampu traffic light yang rusak, terutama pada jam-jam sibuk," jelas Kadis itu.

Kadis juga mengatakan, untuk traffic light ketahanan cuma selama 5 tahun. Jika lebih dari lima tahun maka rentan rusak.

Yanri Leza juga mengulas, selain karena lampu tersebut merupakan pengadaan lama, lampu juga cepat rusak karena hujan dan badai.

Terkait itu semua, salah satu pengguna jalan bernama Afrizal warga Pondok mengatakan, dia kuatir akibat rusaknya traffic light itu.

"Iya, sudah satu Minggu ada beberapa lampu merah rusak. Saya kuatir untuk berkendaraan, semberaut lalu lintas, ada juga yang ngebut lantaran lampu pengatur lalu lintas rusak," jelas Afrizal. (Rahesa)