Komisioner: Silon Wajib Digunakan, KPU Tata Kembali Formulir Pencalonan

"Saat ini kita masih fokus dulu pada Silon untuk paslon perseorangan, karena tanggal 26 Oktober 2019 yang lalu telah ditetapkan syarat minimal dukungan perseorangan dan persebarannya. Untuk pilgub dengan hitungan kabupaten/kota dan pilbup dengan hitungan kecamatannya. Formulir pencalonan perseorangan"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF – Sistem Informasi Pencalonan (Silon) wajib digunakan pada proses pencalonan Pemilihan tahun 2020 dan print out dari Silon tersebut menjadi syarat dokumen yang diserahkan kepada KPU untuk ditandatangani paslon diatas materai. Untuk itu, KPU akan menata kembali formulir-formulir pencalonan, yaitu form B1KWK dan B2KWK.

Formulir tersebut tidak lagi mengatur dukungan yang kolektif, tetapi mengatur langsung ke perorangan, yaitu dengan ditempel langsung fotokopi KTP dukungan di formulirnya. KPU berkaca pada Pemilu 2019 yang lalu, dukungan kolektif banyak manipulasi, baik data maupun tanda tangannya, sehingga KPU menemukan kegandaan internal bisa raturan bahkan ribuan kegandaan. Untuk itu, B1KWK yang kolektif itu kini sudah tidak efektif lagi, diganti dengan B1KWK langsung perorangan.

Hal tersebut paparkan Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik saat memberikan pengarahan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) pada Pemilihan Tahun 2020, Selasa (19/11) di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Jakarta.

“Saat ini kita masih fokus dulu pada Silon untuk paslon perseorangan, karena tanggal 26 Oktober 2019 yang lalu telah ditetapkan syarat minimal dukungan perseorangan dan persebarannya. Untuk pilgub dengan hitungan kabupaten/kota dan pilbup dengan hitungan kecamatannya. Formulir pencalonan perseorangan juga kita tata kembali untuk menghindari kegandaan-kegandaan tersebut,”ujar Evi yang memegang Divisi Teknis di KPU RI.

Evi juga mejelaskan, metode penempelan fotokopi KTP di formulir B1KWK tersebut juga memudahkan KPU dalam melakukan verifikasi, karena tidak perlu lagi mencocokkan satu persatu data dengan tumpukan fotokopi KTP seperti dulu, karena sudah sesuai di masing-masing formulir B1KWK yang juga harus diinput paslon ke dalam Silon. Jika B2KWK syarat minimal dan persebarannya sudah memenuhi, baru disandingkan dengan B1KWK ... Baca halaman selanjutnya