Ini Penjelasan BPJS Cabang Padang Belum Bayarkan Tunggakan Rumah Sakit

Kepala BPJS Cabang Padang Asyraf Mursalina
Kepala BPJS Cabang Padang Asyraf Mursalina (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Empat rumah sakit dibawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terancam tidak bisa memberikan pelayanan karena kehabisan dana operasional. Sebab tunggakan mereka belum ditunaikan BPJS Kesehatan.

Empat rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi, Rumah Sakit Mohammad Natsir Solok, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin Padang, dan RSUD Pariaman.

Menyikapi hal itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Arsyaf Mursalina mengakui ada keterlambatan pembayaran sejak tiga bulan belakangan. Kondisi itu juga terjadi secara nasional, bahkan secara nasional BPJS mengalami defisit mencapai 23 triliun.

Baca Juga

"Untuk BPJS Cabang Padang saja utang ke rumah sakit saja mencapai Rp300 miliar untuk lima wilayah kerja kami ," ujarnya, Rabu, 20 November 2019.

BACA JUGA : BPJS Belum Tunaikan Tunggakan, Empat Rumah Sakit di Sumbar Terancam Tak Bisa Beroperasi

Dijelaskannya, dari empat rumah sakit tersebut, BPJS Cabang hanya bekerja sama dengan HB Saanin Padang, dan RSUD Pariaman. Ditegaskannya lagi, utang BPJS kepada dua rumah sakit tersebut sekitar Rp17,9 miliar bukan Rp100 miliar seperti isu yang berkembang.

"Ke RSJ Ro4,9 miliar dan ke RSUD Pariaman Rp12,9 miliar. Total utang BPJS Cabang Padang kepada dua rumah sakitar itu Rp17,9 miliar," jelasnya.

Walaupun dalam keadaan depisit dan kas BPJS kosong, namun perlu menjadi perhatian rumah sakit absensi klaim menjadi faktor cepat lambatnya klaim dibayarkan, walaupun ada rentang waktu enam bulan untuk masa ajuan klaim.

"Apalagi sekarang sistem antrean, rumah sakit yang sudah masuk tagihan bisa langsung di bayarkan," katanya.

Dilanjutkannya, walaupun dalam kondisi defisit dalam waktu dekat akan ada pencairan dana kenaikan iuran. "Ditransfer bulan ini. Mudah-mudahan bisa dibayarkan sampai Oktober. Klaim Sudah ada dalam antrean bisa langsung dibayarkan," bebernya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: -