Jangan Sampai Ada Hak Pasien yang Terabaikan di Rumah Sakit

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengamat Hukum Kesehatan Firdaus Diezo mengatakan jangan sampai ada hak pasien yang terabaikan saat melakukan pengobatan di rumah sakit. Hak pasien itu tentunya ada 18 macam yang telah diatur UU nomor 44 tahun 2009.

"Jangan sampai karena prosedur yang diterapkan di rumah sakit, ada hak-hak pasien yang terabaikan. Jangan sampai karena rumah sakit merasa prosedur yang dibuatnya sudah aman dan nyaman, hak pasien tak diperhatikan. Ini harus jadi catatan juga," katanya saat dihubungi, Rabu, 21 November 2019.

baca juga: Bantu Percepatan Kesembuhan, Manajemen RSUP M. Djamil Ajak PDP COVID-19 Senam Gembira

Ia mengatakan nyaman dan keamanan tentunya jadi hal dasar dari hak pasien yang harus dijaga dengan baik oleh pihak rumah sakit. "Selain itu memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan rumah sakit juga adalah hak yang harus didapatkan oleh pasien. Ini yang perlu diluruskan lagi kedepan bagi pasien," jelasnya.

Selain itu, masih banyak lagi hak yang harus didapatkan pasien saat berada di rumah sakit. "Pelayanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi juga poin yang saat ini terkadang diabaikan dilapangan. Ini adalah bagian dari tanggungjawab rumah sakit," tuturnya.

baca juga: Mulai Hari Ini, Setiap Pasien IGD RSUP Dr M Djamil Padang Dilayani Sesuai Standar COVID-19

Menurutnya ketika ada salah satu hak pasien yang tak terpenuhi maka krisis kepercayaan akan terjadi di masyarakat. "Ini hal yang terjadi di masyarakat. Rakyat tidak percaya dengan apa yang sudah diberikan kepadanya," jelasnya.

Sebelumnya, adanya informasi yang beredar di media sosial, tentang adanya seorang bayi atas nama Khalif Putra (6 bulan) yang meninggal akibat sakit kelenjer getah bening dan tidak bisa dibawa pulang oleh pihak keluarga kerena harus menyelesaikan tunggakan yang mencapai Rp24 juta.

baca juga: Diduga Terlantarkan Pasien Bayi Hingga Meninggal, Ini Klarifikasi Dirut RSUP Dr M Djamil Padang

Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dr Yusirwan Yusuf mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menahan jenazah yang tidak mampu membayar. (*)

Penulis: Fitria Marlina