Terkait Isu Penambangan Emas di Pessel, Ini Penjelasan Dinas ESDM Sumbar

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat Heri Martinus menegaskan, jika PT Dempo kedapatan melakukan penambangan emas di Nagari Pelangai Gadang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dipersilakan bagi warga untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

Menurut Heri Martinus, hingga kini perusahaan tersebut masih melakukan kegiatan pembangunan Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTMH) dan sudah sesuai dengan perizinan yang dikantonginya.

"Tidak mungkin itu (menambang emas). Saya rasa nggak berani dia. Kalau ada, tangkap tangan saja dan lapor polisi," ujarnya melalui telpon kepada wartawan, Jumat 22 November 2019.

Baca Juga

Ia memastikan, tidak ada kegiatan tambang yang dilakukan PT. Dempo. Sebab, jauh sebelumnya, pihaknya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) didampingi camat dan wali nagari setempat sudah pernah turun ke lokasi kegiatan.

"Tidak ada tambang emas di sana. Itu saya liat orang sedang bekerja membangun proyek PLTMH," terangnya.

Terpisah, Direktur Utama PT Dempo Sumber Energi, Angga Septian memastikan pihaknya tidak melakukan penambangan emas di Pelangai Gadang.

Kegiatan yang dilakukan murni sesuai izin, yakni pembangunan PLTMH. Sesuai rencana, pembangunan pembangkit salah satu sumber energi primer itu ditargetkan bakal rampung pada 2020.

"Jika tidak ada aral melintang, sesuai kontrak kami dengan PLN, pembangkit rampung pada pertengahan atau paling lama akhir 2020. Operasional 2021," tutupnya.

Banyaknya asumsi terkait proyek PLTMH Dempo Sumber Energi di Pelangai Gadang hingga kini masih terus terjadi. Sebagian ada yang menganggap perusahaan melakukan kegiatan tambang emas.

Sedangkan sebagian lainnya tetap meyakini kegiatan yang dilakukan Penanaman Modal Asing (PMA) itu memang pengembangan proyek PLTMH.

Diketahui, PT Dempo Sumber Energi di bawah bendera Dempo Grup membangun PLTMH di Pelangai Gadang dan Pelangai Kecil Kecamatan Ranah Pesisir. Total kapasitas terpasang dari kedua pembangkit mencapai 13,6 MW.

Guna merealisasikan kegiatannya, perseroan membenamkan investasinya sebesar Rp260 miliar dalam rentang waktu lebih kurang 2 tahun, sejak 2018 hingga 2020.

Pengembang juga telah melakukan kontrak perjanjian kerjasama jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R | Editor: -