Kelas Terendam Lumpur, Ujian Akhir Sekolah di MDTA Galapuang Ditunda

"sebanyak empat ruang kelas sekolahnya terendam material banjir bandang."
Polisi dan personel membersihkan kursi MDTA yang dihantam banjir bandang (Halbert/KLIKPOSITIF)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Pasca banjir bandang yang terjadi di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, siswa Madrasah Diniyah Tamiliyah Awaliah (MDTA) Muhammadiah Galapuang diliburkan.

"Kami meliburkan siswa sejak tadi sampai waktu yang tidak ditentukan," ujar Kepala Sekolah MDTA Muhammadiyah, Arina, Jumat 22 November 2019.

Ia mengatakan, sebanyak empat ruang kelas sekolahnya terendam material banjir bandang.

"Semua fasilitas sekolah seperti alat tulis kantor, beserta alat-alat penunjang terendam lumpur dan bebatuan setinggi 1 meter lebih," lanjutnya.

Menurutnya, yang rusak di dalam kelas tersebut berupa buku-buku pelajaran, Alquran, buku Iqro, buku tulis, meja, bangku, rebana, load speaker dan beberapa peralatan lainnya.

Hingga Jumat sore, dua ruang kelas MDTA sudah selesai dibersihkan. Ia berharap semua ruang kelas segera dapat dibersihkan supaya aktivitas belajar mengajar dapat dimulai kembali.

MDTA Muhammadiyah Galapuang merupakan tempat belajar mengaji, membaca Alquran dan ilmu agama Islam lainnya buat siswa siswi tingkat SD.

"Biasanya setiap hari murid-murid di MDA ini mulai belajar pukul 13.30 WIB sampai 15.30 WIB," lanjutnya.

Menurutnya, jumlah murid yang terdaftar di MDA Muhammadiyah Galapuang sebanyak 55 orang yang tediri dari 4 kelas.

Rencananya MDTA ini akan melaksanakan ujian akhir sekolah pada 25 November 2019 mendatang. Namun, karena ada kejadian bencana, ujian harus ditunda sampai kondisi bangunan sekolah dapat difungsikan kembali.

Ia mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai bantuan yang didapatkan MDA Muhammadiyah Galapuang untuk pemulihan. Menurutnya, sekolah tersebut dibiayai oleh donatur dari Muhammadiyah Pusat Jakarta sebanyak Rp 1 juta perbulan.

"Mengenai bantuan saya belum tahu. Berharap sekolah bisa diaktifkan saja dulu," ujar Arina.

[Halbert ... Baca halaman selanjutnya