Sempat Kabur, Terpidana Kasus Korupsi Dana Desa Tanjuang Alai Ditangkap di Sleman

Mantan bendahara nagari Tanjuang Alai, Budi Santoso (tengah) dijebloskan ke Lapas Muaro Padang.
Mantan bendahara nagari Tanjuang Alai, Budi Santoso (tengah) dijebloskan ke Lapas Muaro Padang. (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF --Drama pelarian terpidana kasus tindak pidana korupsi dana desa nagari Tanjuang Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Budi Santoso (47) berakhir di tangan petugas gabungan kejaksaaan.

Mantan bendahara nagari yang tak lain merupakan warga Jorong Kubang, Nagari Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok itu ditangkap petugas dalam pelariannya di daerah Sleman, Yogyakarta, Jum'at 22 November 2019

"Terpidana diamankan oleh tim gabungan di kawasan Joholanang RT 03/17, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta," sebut Kepala Kejaksaan Negri Solok, Donny Haryono Setiawan, Minggu 24 November 2019.

Baca Juga

Sebelumnya, Budi Santoso diduga kuat terlibat kasus tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan Keuangan Nagari Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok tahun anggaran 2015 dan 2016.

Kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Budi Santoso yang kala itu menjabat sebagai bendahara nagari diproses hingga pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Padang. Merasa tidak puas dengan hasil pengadilan, Budi Santoso akhirnya Banding ke Mahkamah Agung, begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 1612 K/Pidsus/2019 tanggal 15 Mei 2019 menyatakan terdakwa Budi Santoso, secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Dalam salinan putusan itu juga ditetapkan, apabila denda tersebut tidak dibayar, di ganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan. Selain itu terhadap terpidana juga dibebankan membayar uang perkara (UP) sebesar Rp.162.055.778,- (seratus enam puluh dua juta lima puluh lima ribu tujuh ratus tujuh puluh delapan rupiah).

Untuk mengeksekusi putusan Mahkamah Agung tersebut, Pihak Kejaksaan melayangkan surat pemanggilan terhadap terpidana sebanyak tiga kali. Namun tidak direspon oleh terpidana.

"Karena tidak digubris, kita lakukan penjemputan paksa terhadap terpidana di kediamannya, namun ternyata terpidana sudah keburu kabur ke luar daerah," terang Donny H. Setiawan.

Petugas sempat kehilangan jejak. Tak ingin buruannya hilang ditelan bumi, pihak Kejaksaan Negri Solok berupaya melacak jejak pelarian Budi Santoso dengan meminta bantuan Adhyaksa Monitoring Center (AMC).

Tempat pelarian terpidana akhirnya terbongkar oleh petugas, bekerjasama dengan tim Intelijen Kejaksaan Agung RI, Tim Kejaksaan Tinggi Yogyakarta dan Kejaksaan Negeri Sleman, Budi Santoso pun berhasil diamankan di daerah Sleman, Yogyakarta.

Kajari Solok, Donny Haryono Setiawan, didamping Kasi Pidsus Wahyudi Kuoso dan Kasi Intelijen Ulfan Yustian Arif langsung membawa terpidana dari Yogyakarta dan langsung diserahkan ke Lapas Muaro Padang.

"Setelah menjalani proses pemeriksaan kesehatan, terpidana langsung kita serahkan kepada pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaro Padang," tutup Donny Haryono Setiawan.

(Syafriadi) 


 

Editor: Rezka Delpiera