Tol Padang-Pekanbaru Berlanjut, Menunggu Penlok PUPR untuk Pembangunan Berikutnya

Pembukaan Tol Padang-Pekanbaru
Pembukaan Tol Padang-Pekanbaru (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan, tol Padang-Pekanbaru tetap dilanjutkan.

Informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF, pengukuran lahan untuk pembangunan tol Padang-Pekanbaru sudah sampai ke Kota Payakumbuh.

BACA JUGA : Tol Padang-Pekanbaru, Kilometer Nol Sampai 4,2 Sudah Mulai Dikerjakan Kembali

Baca Juga

Bahkan progres hingga saat ini menunggu penetapan lokasi (penlok) kilogram 4,2 ke kilometer 30 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Tol tetap dilanjutkan, progresnya saat ini kita menuggu penlok lokasi dari PUPR, jika sudah ada penlok langsung dikeluarkan suratnya untuk dimulai," ujarnya, Selasa, 26 November 2019.

Menurutnya, kelanjutan proyek strategis nasional itu merupakan harga diri Sumatera Barat (Sumbar). Maka segala upaya dilakukan agar tetap berjalan.

"Harus bisa diselesaikan, ini harga diri kita," tukasnya.

Untuk diketahui, ruas tol Padang-Pekanbaru segmen I Duku-Sicincin sepanjang 30,4 km, ditargetkan pada tahun 2020 akhir bakal beroperasional. Saat ini Kementerian PUPR tengah berupaya membebaskan seluruh lahan, sembari melakukan pekerjaan kontruksi.

Progres kontruksi ruas tol Padang – Pekanbaru Seksi I Padang – Sicincin (30,4 km) saat ini baru mencapai 10,03 persen. Ruas/segmen ini merupakan bagian dari Jalan Tol Padang-Pekanbaru sepanjang 254,8 km yang membutuhkan investasi sebesar Rp 80,41 triliun dengan target penyelesaian selama lima tahun (2018-2023).

BACA JUGA : Tak Kunjung Usai, Kini Tol Padang-Pekanbaru Terganjal Lahan PIP

Tingginya biaya investasi, disamping karena jaraknya cukup panjang juga akan dibangun lima terowongan dengan total panjang 8,95 km yang menembus pegunungan Bukit Barisan. Saat ini PT Hutama Karya yang mendapatkan penugasan dari Pemerintah sedang melakukan pengadaan kontraktor untuk segmen Pekanbaru-Bangkinang (35 km). (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: Eko Fajri