Partisipasi Masyarakat untuk Melaporkan Pelanggaran Pemilu Perlu Ditingkatkan

Rapat Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2020 yang dilaksanakan Bawaslu Limapuluh Kota.
Rapat Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2020 yang dilaksanakan Bawaslu Limapuluh Kota. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra menyebut, partipasi masyarakat dalam melaporkan tindakan pelanggaran Pemilu masih perlu ditingkatkan.

Yori menjelaskan, dilihat dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Limapuluh Kota 2015 dan Pemilu 2019, partisipasi masyarakat untuk melaporkan tindakan pelanggaran pemilu sudah mengalami peningkatan, namun peningkatan partisipasi itu belum cukup signifikan.

"Peningkatannya belum seperti yang kita harapkan karena masih adanya keengganan masyarakat untuk mau menjadi pemberi informasi atau pelapor," kata Yori di sela-sela Rapat Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2020 di salah satu restoran di kawasan Tanjung Pati, Rabu (27/11).

Baca Juga

Sebagai wasit dalam penyelenggaraan Pilkada, Bawaslu terus berupaya memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait pentingnya integritas, kredibilitas, dan transparansi penyelenggaraan pada perhelatan Pemilihan Gubernur (Pigub) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020 nanti.

"Karena itu, sosilisasi ini sengaja kami gelar lebih awal karena kami berkeinginan untuk mengajak masyarakat mengetahui pentingnya peran kita sebagai pemilih unutk ikut mengawasi proses Pilkada," katanya.

Untuk peserta sosialisasi, Bawaslu mengundang pimpinan partai politik di Limapuluh Kota, Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Bundo Kanduang.

"Tujuannya agar peserta bisa memberikan pemahaman terhadap kadernya dan masyarakat umum terkait Pilkada," jelasnya.

Pada Pilkada 2020, indikasi keterlibatan Aparat Sipil Negara (ASN) terkait netralitas disebut Yori akan semakin banyak. Pada Pemilu 2019 lalu, di Limapuluh Kota ditemukan tiga kasus terkait netralitas ASN yang ketiganya sudah ditindaklanjuti dan telah diturunkan sanksi oleh KASN.

"Karena itu mari sama-sama kita awasi, kita jaga agar pihak-pihak yang dituntut netralitasnya bisa kita wujudkan," terangnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Eko Fajri