Ini Capaian Unand Empat Tahun Kepemimpinan Tafdil Husni

Mantan Rektor Unand Tafdil Husni salam komando dengan Rektor Unand yang baru Prof. Yuliandri
Mantan Rektor Unand Tafdil Husni salam komando dengan Rektor Unand yang baru Prof. Yuliandri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kursi Rektor Universitas Andalas (Unand) resmi menjadi milik Prof. Yuliandri untuk empat tahun kedepan mengganti Prof. Tafdil Husni. Masa kepemimpinan Tafdil Husni Unand cukup banyak yang bisa dicapai Unand.

"Apa sudah tercapai hari ini tanggung jawab bersama untuk pertahankan dan ditingkatkan," ujar Rektor Unand Yuliandri, Kamis, 28 November 2019.

Berikut capaian-capaian besar Unand selama empat tahun kepemimpinan Tafdil Husni :

Baca Juga

Unand menjadi PTN klaster 1 di Indonesia (2016-2019). Sampai pada tahun 2019, Unand masih menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi yang berhasil memperoleh Klaster 1 di Pulau Sumatera. Hal ini tentu patut dibanggakan dan Unand terus berjuang dengan meningkat sumber daya yang berkualitas untuk mencapai World Class University.

Kebijakan dibidang Penelitian
Rektor Universitas Andalas melalui LPPM mengeluarkan kebijakan skim bantuan dana Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan melalui skim Klaster Riset-Publikasi Guru Besar dan Klaster Riset-Publikasi Percepatan Ke Guru Besar. Penelitian dasar dan terapan melalui skim hibah Guru Besar akan diberikan bantuan dana hibah sekitar Rp 100 juta per tahun, sedangkan penelitian dasar dan terapan melalui skim percepatan guru besar (PGB) akan dibantu dana hibah sebesar 85-90 juta per tahun.

Melalui kebijakan ini meningkatlah jumlah dan kualitas publikasi internasional bereputasi dan kekayaan inteletual (KI) Unand. Meningkatnya kapasitas riset, publikasi dosen dan jumlah guru besar Unand. Terbentuknya klaster-klaster riset dengan menggabungkan berbagai kapasitas riset dosen sesuai tema-tema utama RIP Unand untuk membangun pusat-pusat riset unggulan Unand. Terbangunnya pusat-pusat riset unggulan Unand yang produktif dan berkelanjutan.

Kemudian, meningkatnya skor akreditasi prodi dan institusi Unand terkait standar penelitian. Meningkatnya reputasi Unand dengan meningkatnya kinerja penelitian dan level klaster perguruan tinggi secara nasional dan internasional (Webometric, 4ICU, QS Star, dan sebagainya). Mendukung hilirisasi dan komersialisasi produk riset unggulan sesuai tema-tema utama Unand.

Bukti kongkrit capaian di atas dapat dilihat pada capaian rangking Unand di bidang Penelitian yakni peringkat 4 nasional mengalahkan UI dan ITB
Bentuk keseriusan Rektor dalam mengapresiasi Dosen yang menjalankan tri dharma terutama peningkatan penelitian dan publikasi, Rektor Unand mengeluarkan kebijakan Peraturan Rektor No.1 2019 Tentang Ketentuan Pemberian Biaya Pendidikan dan Pengembangan Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Andalas.

Dalam kebijakan tersebut, tertuang bantuan dan insentif bagi Dosen di Lingkungan Universitas Andalas terkait kegiatan dosen diantaranya. Bantuan Biaya Persiapan Studi Lanjut, Biaya Awal Keberangkatan dan Kepulangan Studi Lanjut, Bantuan Biaya Pendidikan Tiap Semester Studi Lanjut, Biaya Kolokium, Seminar, Ujian Tertutup dan Ujian Terbuka, Biaya Pengembangan Diri (Seminar/Konferensi), Biaya Sabatikal, Insentif Publikasi Jurnal.

Pada masa kepemimpinan Rektor Tafdil Husni, Unand juga terjadi penambangan sejumlah infrastruktur sarana prasarana penunjang. Diantaranya Rumah Sakit Pendidikan Universitas Andalas yang merupakan Rumah sakit Perguruan tinggi Negeri (RSPTN) yang berada dibawah pengelolaan Universitas Andalas.

Kemudian Penggunaan Air Siap Minum (PSAM). Sarana ini merupakan upaya Unand menyediakan air siap minum bagi sivitas akademika Unand. Dalam kegiatan ini juga dibangun pengolahan air siap minum sebesar 2,5 l/detik dengan teknologi membrane ultrafiltrasi otomatis dan digital untuk memudahkan pengoperasiannya
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Terakhir, Kandang Ayam Close House Fakultas Peternakan Universitas Andalas berkapasitas 20 ribu ayam yang merupakan hibah dari Close House antara Unand dengan Charoen Pokhpand Indonesia. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: Eko Fajri