Pasbar Jadi Kabupaten Pertama di Pulau Sumatera yang Selesaikan Peta Batas Desa

Bupati Yulianto ketika menandatangani peta kerja hasil kesepakatan batas seluruh nagari se Pasbar, serta penandatanganan peta batas nagari.
Bupati Yulianto ketika menandatangani peta kerja hasil kesepakatan batas seluruh nagari se Pasbar, serta penandatanganan peta batas nagari. (Istimewa)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Kepala Bidang Pemetaan Batas Wilayah Badan Informasi Geospasial RI, Eko Artanto menyebut Kabupaten Pasaman Barat merupakan kabupaten pertama di pulau Sumatera yang menyelesaikan penetapan peta batas nagari atau desa.

Sedangkan untuk di wilayah Indonesia, Pasaman Barat berada dalam urutan ketiga. Tentunya untuk pemekaran pemerintahan Nagari di kabupaten itu diambang pintu pengesahan.

Hal itu disebutkan, dalam acara bimtek dan sosialisasi persiapan pelaksanaan klarifikasi dokumen kelengkapan nahari persiapan se pasbar oleh kementrian dalam negeri, di Hotel Bumi Minang Padang. Kegiatan ini diselenggarakan pada 26-28 November 2019.

Baca Juga

Acara tersebut diikuti oleh Wali Nagari dan Camat se Pasbar. Dalam agenda itu, juga dilaksanakan kegiatan penandatanganan peta kerja hasil kesepakatan batas seluruh nagari se Pasbar, serta penandatanganan peta batas nagari oleh Bupati Pasbar Yulianto.

Eko sangat mengapresiasi Kabupaten Pasbar menjadi kabupaten pertama di pulau sumatera, yang telah menyelesaikan peta batas desa. Hasil ini akan menjadi lampiran Peraturan Bupati tentang batas pemerintahan nagari

"Kami melihat untuk proses dan tahapan serta data pendukung yang dipenuhi dalam penegasan batas desa, Kabupaten Pasbar paling komplit dan terbaik di seluruh Indonesia," ungkap Eko.

Sementara Bupati Pasbar, Yulianto mengatakan kendala yang selama ini dalam proses pemekaran nagari adalah penyelesaian peta batas. "Dengan selesai nya batas nagari ini, seluruh harapan untuk terwujudnya nagari defenitif akan menjadi kenyataan," katanya.

"Hari ini menjadi tonggak sejarah dan momen yang sudah dinantikan, oleh seluruh lapisan masyarakat bumi mekar Tuah Basamo dalam hal pemekaran nagari," jelasnya.

Ia melanjutkan, dengan selesainya peta batas nagari, maka proses penataan nagari di kabupaten, akan segera disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Tentu hal ini, untuk dapat diusulkan menjadi nagari defenitif dan mendapatkan kode desa dari Kemendagri. "Semoga ini menjadi kado terindah untuk seluruh masyarakat bumi mekar Tuah Basamo, yang mana sebentar lagi akan memasuki usia yang ke-16 tahun," tutur Yulianto.

[Irfan Pasaribu]

Penulis: Iwan R | Editor: -