"Selamat Jalan Robert", Kisah Edi Muli Berkawan dengan Buaya Selama 31 Tahun

Usmardi alias Edi Muli pemelihara Robert saat membatu petugas BKSDA untuk mengevakuasi
Usmardi alias Edi Muli pemelihara Robert saat membatu petugas BKSDA untuk mengevakuasi (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- "Selamat jalan Robert" begitu si buaya di panggil Usmardi alias Edi Muli (58) saat menyerahkan hewan peliharaannya yang bernama latin Crocodylus porosus ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Kamis (28/11) dengan raut wajah penuh rasa haru.

Betapa tidak, Edi Muli sudah 31 tahun berkawan dengan Robert, tepatnya sejak tahun 1988. Dirawat sejak Robert umur 3 tahun, kini buaya yang sehari-hari hidup dilingkungan rumahnya itu sudah berusia 34 tahun dengan ukuran 3,8 meter harus dilepaskannya untuk diserahkan pada pihak lain.

Buaya itu sehari-harinya sebelum diserahkan ke BKSDA di tempatkan di kolom seukuran 3X6 meter dengan tinggi sekitar 1,5 meter, tepat di samping rumahnya yang berada di sekitar Teluk Batu Tembak Painan, Kecamatan IV Jurai.

Baca Juga

BACA JUGA:  BKSDA Pessel Evakuasi Buaya 3,5 Meter Peliharaan Warga

Bagi Edi Muli, hewan tersebut tidak sekedar hewan peliharaan yang paling disukainya, namun juga telah dianggapnya seperti anak sendiri (keluarga).

"Sudah seperti keluarga sendiri, karena setiap waktu saya selalu mengurusnya. Bahkan untuk minum sendiri sering saya suapin," katanya saat ditemui KLIKPOSITIF.

Bukan tanpa alasan Edi Muli harus menyerahkan buaya yang dianggap sebagai bagian dari keluarga yang telah mengisi hari-harinya selama 31 tahun kepada BKSDA tanpa paksaan. Salah satu hal yang mendasari penyerahan Robert tersebut adalah karena faktor usia Edi Muli sendiri.

"Untuk menyerahkan hewan peliharaannya tersebut saat ini cukup beralasan. Sebab, selain kondisi fisik buaya semakin besar, sayapun saat ini tidak konsen lagi untuk mengurusnya, karena faktor usia," kata Edi.

Sebab, katanya, dengan ukuran buaya sebesar itu meski sudah jinak tetap saja sewaktu-waktu bisa membahayakan pengujung. Apalagi rumahnya juga merupakan tempat orang berkunjung sebagai rumah makan.

"Jadi karena itu, saya khawatir. Takut saat diluar pengawasan saya, dia menjadi buas. Karena memang dia tidak terbiasa dengan orang lain," ujarnya.

Bercerita tentang buaya peliharaanya tersebut, Edi Muli menyimpan banyak kenangan. Sebab, buaya tersebut adalah titipan dari seorang temannya sendiri yang merupakan Bule (warga negara asing).

Bule tersebut, bernama Robert. Mungkin saat itu kata Edi Muli karena dideportasi Si Bule pulang ke kampungnya di Inggris. Jadi karena tidak bisa dibawa, dan percaya si buaya dititip untuk dirawat kepadanya.

"Awalnya dari sana, jadi karena teman saya itu (Si Bule) namanya Robert. Jadi saya beri namanya (Buaya) Robert pula," jelasnya.

Sehari-hari untuk supaya Robert nyaman dan hidup sehat, Ia merawatnya setiap waktu. Tidak lupa air, makannya juga diberi dengan teratur. "Paling rutin satu kali seminggu itu harus ada satu ekor babi dewasa. Terkadang kalau ada rezki, saya belikan itik. Tapi, paling rutin daging babi," ujarnya.

Selama merawat Si Robert, Edi Muli mengaku tidak pernah kesulitan. Melainkan, buaya itu sangat patuh dan mengerti apabila diperintahkannya.

Kata, Edi Muli, itu sudah dilatih sedari kecil pertama kali diperlihara. Salah satunya dengan melakukan adaptasi secara intens, dan komunikasi seperti layaknya manusia. "Mungkin karena setiap hari berbau bersamanya. Jadi saya tidak canggung lagi. Bahkan, apa yang saya perintah dia menurut. Putar kata saya, dia berputar," ujarnya.

Meski demikian, Edi mengaku Robert pernah lepas. "Waktu itu akibat pasang naik, Robetr pernah lepas. Saat itu ada warga yang melintas tidak jauh dari buaya itu, tapi, kerena sudah terbiasa mungkin dengan saya (manusia) warga yang melintas itu tidak dikejar atau dimangsanya," kenang Edi.

"Cuma saja saat ini saya tetap khawatir, sebab terkadang ada pengujung yang iseng dilempar. Karena takut itu, saya serahkan saja ke BKSDA supaya lebih terjaga," imbuhnya.

Sebagai seorang pemelihara buaya, Edi Muli sangat mengerti aturan. Sebab, buaya yang dipelihara tersebut sudah ada izinnya dari instansi terkait sebagai titipan untuk dijaga dan dirawat.

"Kalau milik negara, tentu kita harus menyerahkan secara suka rela. Namun, saya berharap semoga Robert sehat selalu. Jika sewaktu-waktu saya dibutuhkan, saya siap mengajari petugas untuk merawatnya," ungkapnya.

Mulai Kamis siang 28 November 2019, Robert sudah tidak ada lagi dalam pantauan Edi Muli. Kandang Robert, hanya ditinggal kosong. Katanya, supaya tempat itu tidak kosong, ia akan menghibakan tempat itu untuk dibangun musala sebagai tempat ibadah bagi pengunjung yang datang atau melintas.

"Rencana itu, supaya tidak sedih. Saya akan hibahkan untuk dibangun musala. Mungkin itu juga bisa bermanfaat bagi musafir dan pengunjung," tutupnya. (Kiki Julnasri)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri