Traffic Light Rusak, Ini Cara Satlantas Polres Pariaman Antisipasi Kemacetan dan Lakalantas

(ist)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Rusaknya lampu lalulintas (Traffic Light) di beberapa titik persimpangan kota Pariaman yang menyebabkan arus kendaraan tak beraturan menjadi perhatian bagi pihak Satlantas Polres Pariaman dan Dinas Perhubungan Kota Pariaman.

Perihal tersebut, pihak Satlantas Polres Pariaman dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Polres Pariaman, IPTU Muh Sugindo, melalui Kepala Unit Turjawali (Pengaturan jaga pengawalan patroli) Joni Afrianto, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dishub mengatasi permasalah itu.

"Saat jam sibuk, kondisi macet di persimpangan, sehingga kami berkewajiban mensiagakan sejumlah personil untuk mengamankan jalur dan lajur tersebut," kata Kanit Turjawali, Joni, Senin 2 Desember 2019.

Baca Juga

Joni menjelaskan, lampu traffic light yang rusak tersebut merupakan pengadaan tahun 2003 sementara ketahanan motor lampu tersebut rata-rata cuma 5 tahun. Yang rusak tersebut adalah bagian motor atau dinamo traffic light.

"Jadi memang harus diganti yang rusak tersebut. Sembari diganti, lalulintas musti tetap lancar dan tidak boleh terganggu. Untuk itu setiap hari kami selalu monitor dan juga menerapkan hunting sistem," ungkap Kanit Turjawali itu.

Diketahui juga dari Kanit tersebut, motor untuk menyalakan traffic light yang rusak, sudah dipesan oleh pihak Dishub kota Pariaman.

Perihal lalulintas tersebut, Kanit Joni juga memaparkan rekap data mereka terkait angka kecelakaan dan pelanggaran di wilayah hukum unitnya.

"Untuk kecelakaan lalulintas di titik kota Pariaman sangat minim, cuma kecelakaan yang terjadi cendrung pada jalur lintas seperti di jalan Siti Mangopoh," ungkap dia.

Menurutnya, minimnya angka kecelakaan lalulintas menunjukan kesadaran pengguna kendaraan tentang Undang-undang lalulintas. "Pada dasarnya kecelakaan terjadi karena faktor manusianya sendiri, bukan faktor kendaraan," ulas Kanit itu.

Sementara untuk pelanggaran di kota Pariaman, didominasi oleh pengendara yang tidak memakai helm. "Setelah terkait penggunaan helm, baru pelanggaran lainnya. Itu semua terbukti dengan naiknya grafik tilang tahun ini dibanding tahun sebelumnya," sebut Joni.

Lebih lanjut Kanit Joni merinci, pihaknya mencatat per Oktober 2018 surat tilang yang "dilayangkan" sekitar 4938, sedangkan 2019 sebanyak 5517.

"Perlu juga dicatat, tilang dan pelanggaran untuk kota Pariaman, selama ini pelakunya adalah anak sekolah, rata-rata umur 15-20 tahun," ungkap Kepala Unit Turjawali tersebut.

Menyikapi itu, pihaknya langsung mengambil langkah strategis, mereka melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah di Kota Pariaman. "Bahkan dalam satu minggu kami lakukan 4 kali. Itu selalu intensif," sebut Joni.

Dikatakannya juga, tak cukup dengan sosialisasi tersebut, pihaknya juga memberi pemahaman kepada orang tua pelajar agar tidak membenarkan anaknya untuk berkendaraan demi keselamatan diri dan keselamatan pengendara lainnya.

"Kami himbau kepada warga, untuk keselamatan lalulintas tidak hanya bertumpu pada kepolisian lalulintas. Semua elemen punya tanggung jawab atas itu semua. Berhati-hatilah serta patuhi aturan lalulintas," kata Kanit Turjawali. (Rehasa)

Editor: Eko Fajri