Menyedihkan, Karena Hal Ini Warga Padang Pariaman Harus Ditandu Untuk Berobat

"Warga sakit harus ditandu secara manual sejauh beberapa kilo meter"
Beginilah nasib warga yang sakit, yang harus ditandu untuk dibawa berobat (Istimewa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Apa hendak dikata, di zaman teknologi moderen seperti ini masih ada wilayah yang seolah-olah terisolasi, hanya karena akses jalan yang tidak layak. Saking parahnya, untuk berobat ke rumah sakit saja warga harus ditandu secara manual sejauh beberapa kilo meter.

Bukan karena tidak ada kendaraan di sekitar wilayah itu, tapi kondisi jalan yang kurang layak membuat warga terpaksa 'mengandangkan' kendaraan mereka di dalam rumah.

"Sepanjang 6 kilometer rusak jalan di kampung kami," sebut Safrinal, selaku Wali Korong Air Sungsang Durian Angik (Asda), Nagari Sikucua Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman - Sumbar.

Menurut Safrinal,  Lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) bermukim di Korong Asda. Mereka tidak bisa berbuat banyak di saat turun hujan, karena akses jalan di kampung mereka berlumpur tebal dan licin, sehingga membahayakan jika memaksa menggunakan kendaraan.

Kondisi jalan yang parah itulah membuat warga terpaksa menggotong keluarga atau tetangga mereka yang sakit, dengan menggunakan tandu darurat dari kayu beralaskan kain sarung.

Safrinal mengaku dirinya sangat iba melihat warga harus ditandu untuk berobat ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

"Iba hati, begini betul nasib kami warga Korong Asda. Harus ditandu untuk berobat. Bagaimana kalau situasi kritis, bisa-bisa nyawa melayang sebelum terobati, bisa-bisa ibu hamil "tapanca" anaknya sebelum sampai di puskesmas ," kata Safrinal.

 

Lebih lanjut Safrinal mengatakan, tak hanya mempersulit akses untuk pengobatan, untuk menimba ilmu pun pelajar harus berkubang menuju sekolah.

"Buka sepatu para pelajar, berkaki ayam mereka menuju sekolah. Di sana-sini jalan berlumpur," kata Safrinal.

Salah seorang petani di ... Baca halaman selanjutnya