Sertifikat Tanah Dibekukan, Warga Griya Ampang Kualo Demo ATR/BPN Kota Solok

"Pembekuan itu sudah dilakukan sejak awal tahun 2019"
Warga Griya Ampang Kualo menyampaikan orasi di kantor ATR/BPN Kota Solok (Istimewa)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Seratusan warga perumahan Griya Ampang Kualo berunjuk rasa di depan kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Solok, Senin 2 Desember 2019.

Aksi unjuk rasa itu dilakukan warga untuk mempertanyakan soal sertifikat tanah yang mereka huni yang telah dibekukan oleh pihak ATR/BPN Kota Solok, karena diklaim masuk ke dalam tanah konsolidasi.

Dalam orasinya, Ketua pengurus Komplek Griya Ampang Kualo, Zulfadli mengatakan, pihaknya tidak menerima pembekuan sertifikat tanah yang dilakukan secara sepihak oleh ATR/BPN Kota Solok.

Menurutnya, pembekuan status sertifikat tanah yang dilakukan oleh pihak ATR/BPN Solok sudah dilakukan sejak awal tahun 2019. Hal itu diketahui setelah salah seorang warga mengurus sertifikat di ATR/BPN Solok.

"Pembekuan sertifikat dilakukan oleh pihak ATR/BPN Kota Solok sejak awal tahun 2019, hal itu diketahui saat salah seorang warga ditolak mengurus sertifikat karena tanah yang dihuni dinyatakan masuk tanah konsolidasi," sebut Zulfadli didampingi warga lainnya.

Menurutnya, pembekuan sertifikat perumahan Griya Ampang Kualo berawal saat ATR/BPN Kota Solok mengukur tanah tersebut pada bulan Maret 2018. Hasil tersebut, ATR/BPN Kota Solok menyatakan tanah Griya Ampang Kualo masuk tanah konsolidasi.

Bahkan, Jelas Zulfadli, sebelum demo dilakukan, pihaknya sudah melihatkan surat dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) Solok dan Pemko Solok terkait pemilikkan berupa sertifikat terhadap tanah yang dihuni, tapi tidak di indahkan oleh ATR/BPN kota Solok.

Warga mengkalim, perumahan Griya Ampang Kualo sudah memiliki legalitas yang terstruktur, dan sudah sesuai dengan standar kepemilikkan tanah Pemerintah Kota Solok.

"Kami warga Perumahan Griya Ampang Kualo Kota Solok tidak menerima status tanah yang sudah kami beli dengan hasil keringat sendiri, sekarang masuk dalam tanah konsolidasi," tegasnya.

Dalam tuntutannya, warga perumahan ... Baca halaman selanjutnya