Pemkab Solsel Dapat Bantuan dari BNPB

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi disambut Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Posko Utama Bencana Solsel di Kantor Camat Sungai Pagu Senin, 2 Desember 2019.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi disambut Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Posko Utama Bencana Solsel di Kantor Camat Sungai Pagu Senin, 2 Desember 2019. (KLIKPOSITIF/Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bantu Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) satu unit mobil pickup dan dua unit perahu beserta mesinnya.

"Kami bantu peralatan, pemerintah kabupaten silahkan siapkan SDMnya agar peralatan ini bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya," kata Deputi Bidang Logistik dan peralatan BNPB Prasinta Dewi di Posko bencana Solsel, Senin 2 Desember 2019

Selanjutnya, dalam masa tanggap darurat ini pihaknya meminta Pemkab Solsel melengkapi data bantuan yang diperlukan.

Baca Juga

"Bantu dengan data agar kami dapat menindaklanjuti bantuan selanjutnya," katanya.

Dia berharap ke depannya, sebagai daerah rawan bencana Pemerintah Kabupaten Solok Selatan perluas jaringan termasuk ke dunia usaha untuk memperoleh bantuan.

"Kita tidak berharap bencana itu terjadi, tetapi dengan jaringan yang luas tersebut, Ketika bencana terjadi bantuan bisa segera datang," ujarnya

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengatakan hingga saat ini bantuan telah berdatangan dari berbagai pihak.

"Bantuan telah datang Sejak ditetapkan masa Tanggap darurat selama 14 hari yang akan berakhir pada 5 Desember mendatang," kata Muzni.

Ia menjelaskan bencana yang terjadi saat ini di bagian Utara daerahnya meliputi empat kecamatan dengan persoalan berbeda di setiap kecamatan tersebut.

"Persoalannya berbeda, di Nagari Pakan Rabaa Timur kecamatan KPGD lokasi terparah saat ini, disebabkan air bah karena sebelumnya sungai tersebut tidak lebih dari dua meter, pada saat bencana membawa material lumpur dan batu," katanya

Sedangkan Sungai Pagu imbuhnya, daerah yang terendam karena berada di muara tempat bertemunya dua sungai.

"Di sini pada saat terendam di malam hari kondisinya sangat memprihatinkan, airnya sampai ketiak orang dewasa, tetapi paginya langsung surut," jelasnya

Di kecamatan Pauh Duo katanya, karena pemukiman penduduk berada di pinggiran sungai, sedangkan di Kecamatan Sangir banjir meluap ke jalan nasional.

"Bencana tidak bisa dihindari, namun usaha antisipasi telah berhasil dengan tidak adanya korban meninggal dunia," tukasnya.

[Kaka]

Penulis: Iwan R | Editor: -