Sebanyak 814 Anak Bertubuh Pendek di Payakumbuh, Kadis DKK: Tidak Ditemukan Kasus Stunting

"Untuk kasus stunting tidak ada (di Payakumbuh). Anak bisa dikatakan stunting apabila pertumbuhan dan perkembangannya terkendala. Kalau hanya pertumbuhan anak yang terkendala tapi perkembangannya normal, anak itu belum dapat dikatakan stunting"
Kadis DKK Payakumbuh Bakhrizal. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh mencatat, dari total 9.800 bayi dan balita di daerah itu, sekitar 814 diantaranya memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal merinci, dari total 814 anak tersebut, yang sangat pendek tercatat sebanyak 125 orang dan anak pendek sebanyak 689 orang.

Meski ditemukan sejumlah kasus anak dengan tubuh pendek. Namun, ia menyebut tidak semua bayi dan balita yang bertumbuh pendek merupakan dikarenakan stunting.

"Untuk kasus stunting tidak ada (di Payakumbuh). Anak bisa dikatakan stunting apabila pertumbuhan dan perkembangannya terkendala. Kalau hanya pertumbuhan anak yang terkendala tapi perkembangannya normal, anak itu belum dapat dikatakan stunting," kata Bakhrizal.

Diterangkannya, anak pendek itu merupakan ciri stunting yang dapat dikenali di awal. Dengan melihat tubuh anak yang pendek maka dapat dilakukan pencegahan agar anak tersebut tidak mengalami stunting.

"Karena itu, delapan puskemas yang ada di Payakumbuh harus melakukan pendataan terhadap anak yang pendek. Sehingga dapat dilakukan pencegahan dengan melaksanakan intervensi," lanjutnya.

Diantara intervensi yang dilakukan tersebut adalah mencukupi asupan gizi ibu dan anak, srutin melakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan secara teratur kepada anak. Dalam melakukan intervensi, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh juga melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Sosial.

"Semua bergerak, misalnya bayi tersebut terganggu pertumbuhannya karena tempat tinggal yang tidak layak dan nanti instansi terkait akan mencarikan solusinya," sebutnya. (*)