Hasilkan Pakan Ternak Berkualitas, Tiga Guru Besar Fakultas Peternakan Unand Dikukuhkan

Tiga guru besar Fakultas Peternakan Unand dikukuhkan convention hall Unand, Kamis, 5 Desember 2019
Tiga guru besar Fakultas Peternakan Unand dikukuhkan convention hall Unand, Kamis, 5 Desember 2019 (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Tiga guru besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) dikukuhkan, Kamis (5/12) di convention hall kampus Unand. Ketiganya memiliki sumbangsih pemikiran dalam penyediaan pakan yang berkualitas.

Tiga guru besar tersebut Prof. Nuraini, Prof. Hermon dan Prof. Maria Endo Mahata.

Pada rapat terbuka Majelis Guru Besar (MGB) Unand itu, masing-masing menyampaikan orasi ilmiahnya. Prof. Nuraini menyampaikan tentang optimasi nutrisi pakan asal limbah argo industri dengan fungsi lignoselulolitik dan hipokolesterolemik untuk unggas.

Baca Juga

Kemudian, Prof. Hermon menyampaikan tentang sinkronisasi pelepasan N-protein dan energi makanan dalam rumen ternak Ruminansia. Sedangkan Prof. Maria menyampaikan tentang pengolahan limbah nenas dengan mikro organisme lokal untuk pakan ternak unggas.

Rektor Unand, Prof. Yuliandri pada kesempatan itu menyampaikan, hasil dari penelitian tiga guru besar itu sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kedepan melalui pemikiran dan penelitian mereka bisa peningkatan populasi dalam budidaya ternak di Indonesia.

Rektor baru ini menegaskan, kedepan tetap memprioritaskan program percepatan guru besar di Unand melalui dana penelitian.

"Kami akan terus mendorong para doktor di Unand untuk meraih gelar profesor dan menganggarkan dana untuk penelitian guru besar. Baik untuk penelitian, pengabdian serta juga meningkatkan publikasi dosen di jurnal nasional dan internasional,” katanya.

Kemudian, pihaknya akan terus mendorong agar hasil penelitian-penelitian dari Unand bisa dihilirisasi sehingga bisa mendatangkan nilai tambah bagi Unand maupun peneliti.

Sementara itu, Ketua MGB Unand, Prof. Fauzan Azima berharap pemerintah daerah bisa menangkap hasil penelitian dari Unand kemudian mengembangkannya.

"Kemampuan universitas terbatas, untuk itu pemerintah daerah maupun dunia usaha bisa mengembangkan hasil dari penelitian tersebut agar menjadi nilai jual yang tinggi," harapnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: -